Mobil Listrik Makin Murah! Wuling Aira EV Kini Selevel Harga Agya dan Brio - Telusur

Mobil Listrik Makin Murah! Wuling Aira EV Kini Selevel Harga Agya dan Brio

Wuling Aira EV. Sumber foto: instagram

telusur.co.id - Mobil listrik semakin mendekati harga mobil murah bermesin bensin. Kehadiran Wuling Aira EV menjadi salah satu buktinya.

Dibanderol mulai Rp155 juta, mobil listrik mungil tersebut kini masuk ke wilayah harga yang selama ini menjadi arena persaingan mobil Low Cost Green Car (LCGC), seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya.

Wuling menawarkan dua pilihan Aira EV di Indonesia. Varian Standard Range dipasarkan dengan harga Rp155 juta, sedangkan Long Range dibanderol Rp175 juta.

Selisih harganya dengan mobil LCGC pun cukup tipis.

Bahkan, harga Toyota Agya varian termurah hanya terpaut sekitar Rp1,3 juta dari Wuling Aira EV Long Range. Sementara Daihatsu Ayla tipe termurah sekitar Rp9 jutaan lebih murah dibandingkan Aira EV Standard Range.

Honda Brio Satya juga memiliki harga yang hanya sekitar Rp4,6 juta lebih rendah dibandingkan Aira EV Long Range.

Situasi tersebut membuat mobil listrik perlahan mulai masuk ke segmen yang selama ini didominasi mobil bensin berharga terjangkau.

Ukurannya Mungil, Cocok untuk Perkotaan

Dari segi dimensi, Aira EV memang tampil lebih kompak dibandingkan para rivalnya.

Mobil ini memiliki panjang 3.268 mm, lebar 1.550 mm, dan tinggi 1.575 mm. Ukuran tersebut membuat Aira EV jauh lebih mungil dibandingkan Toyota Agya, Daihatsu Ayla, maupun Honda Brio Satya.

Sebagai perbandingan, Honda Brio Satya memiliki panjang 3.800 mm, lebar 1.680 mm, dan tinggi 1.485 mm.

Daihatsu Ayla memiliki panjang 3.760 mm, lebar 1.665 mm, dan tinggi 1.515 mm. Sementara Toyota Agya memiliki dimensi yang hampir serupa dengan Ayla, dengan panjang sekitar 3.505 mm.

Dengan bodi yang ringkas, Aira EV menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas perkotaan.

Tak Pakai Bensin, Jarak Tempuh hingga 301 Km

Perbedaan paling mendasar tentu terletak pada sumber tenaganya.

Jika Agya, Ayla, dan Brio Satya masih mengandalkan mesin bensin, Aira EV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari baterai.

Varian Standard Range menggunakan baterai LFP 16,2 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 205 km dalam sekali pengisian.

Sementara varian Long Range mendapatkan baterai lebih besar berkapasitas 25,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 km.

Pengisian cepat menggunakan sistem DC dari 30 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 35 menit.

Aira EV dibekali motor listrik bertenaga 30 kW dengan torsi 85 Nm. Kecepatan maksimumnya mencapai 101 km/jam.

LCGC Masih Unggul di Performa dan Jarak Tempuh

Di sisi lain, mobil LCGC masih memiliki keunggulan dalam hal tenaga mesin dan fleksibilitas pengisian bahan bakar.

Daihatsu Ayla tersedia dengan pilihan mesin 1.000 cc yang menghasilkan tenaga 67 PS dan torsi 89 Nm. Tersedia pula mesin 1.200 cc dengan tenaga 88 PS dan torsi 113 Nm yang juga digunakan pada Toyota Agya.

Honda Brio Satya menggunakan mesin 1.2 liter dengan tenaga mencapai 90 PS dan torsi 110 Nm.

Untuk efisiensi, mobil-mobil LCGC tersebut dirancang mampu memenuhi standar konsumsi bahan bakar sekitar 20 km per liter.

Dengan tangki penuh, Ayla diklaim dapat menempuh sekitar 720 km, Agya sekitar 660 km, sedangkan Brio Satya mencapai sekitar 700 km.

Artinya, untuk perjalanan jauh, mobil bensin masih menawarkan keunggulan dari sisi jarak tempuh dan kemudahan pengisian bahan bakar.

Fitur Keselamatan Mulai Berimbang

Meski berukuran mungil, Aira EV tidak datang dengan fitur keselamatan yang minim.

Varian Long Range mendapatkan dua airbag, ABS dan EBD, electronic stability control (ESC), electric parking brake dengan auto hold, hill hold control, ISOFIX, serta tire pressure monitoring system (TPMS).

Sementara varian Standard Range tidak dibekali ESC, electric parking brake, dan hill hold control.

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla juga menawarkan sejumlah fitur keselamatan seperti ABS+EBD, vehicle stability control, sensor parkir belakang, hill start assist, immobilizer, dan dua airbag.

Honda Brio Satya varian terjangkau juga sudah dibekali dua airbag, ABS+EBD, serta immobilizer, dengan fitur yang semakin lengkap pada varian di atasnya.

Aira EV Hanya Muat Empat Orang

Ada satu hal yang perlu diperhatikan calon pembeli.

Aira EV hanya mampu mengangkut empat penumpang, sedangkan Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya dapat membawa hingga lima orang.

Dengan demikian, Aira EV memang memiliki keunggulan dari sisi harga masuk, biaya energi dan teknologi elektrifikasi. Namun, kapasitas penumpang serta jarak tempuh tetap menjadi pertimbangan penting.

Kehadiran Aira EV menunjukkan bahwa mobil listrik tidak lagi identik dengan kendaraan berharga ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Dengan banderol mulai Rp155 juta, konsumen kini mulai dihadapkan pada pilihan baru: membeli mobil bensin LCGC yang sudah familiar atau beralih ke mobil listrik mungil dengan harga yang nyaris sama.

Persaingan di kelas mobil murah pun tampaknya tidak lagi sekadar soal mesin dan konsumsi BBM. Era mobil listrik dengan harga terjangkau mulai benar-benar masuk ke pasar massal.


Tinggalkan Komentar