telusur.co.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera mengoptimalkan pemanfaatan bendungan yang telah dibangun dengan anggaran mencapai Rp97 triliun. Menurutnya, investasi besar tersebut belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat karena banyak bendungan belum didukung jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Hal itu disampaikan Mori dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Mori mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan bendungan yang selama ini telah dibangun menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
"Bagaimana Bapak mengejar bendungan-bendungan kita yang nganggur, yang enggak bisa dipakai itu, yang sudah dibangun dengan angka Rp97 triliun? Apakah Bapak tidak berpikir bahwa itu juga darurat?" ujarnya.
Mori menilai persoalan utama saat ini bukan lagi pembangunan bendungan semata, melainkan belum tersedianya jaringan SPAM yang berfungsi menyalurkan air dari bendungan kepada masyarakat.
Akibatnya, menurut dia, banyak bendungan yang telah selesai dibangun belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun mendukung pengelolaan sumber daya air.
Ia pun mempertanyakan sampai kapan kondisi tersebut akan terus dibiarkan.
"Apakah Bapak mau membiarkan itu bendungan-bendungan begitu banyak potensi airnya tapi tidak bisa disalurkan akibat tidak ada jaringan SPAM-nya? Itu mau sampai kapan? Apakah kita mau tunggu lima tahun lagi, Pak? Sepuluh tahun lagi, Pak?" tanya Mori.
Legislator Partai NasDem itu mengungkapkan bahwa Komisi V DPR RI telah berulang kali mengusulkan agar pembangunan jaringan SPAM diprioritaskan sebagai tindak lanjut pembangunan bendungan. Namun, usulan tersebut dinilainya belum tercermin dalam alokasi anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Karena itu, ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap optimalisasi infrastruktur yang telah dibangun agar investasi negara tidak menjadi sia-sia.
Menurut Mori, percepatan pembangunan jaringan SPAM menjadi langkah penting agar bendungan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam penyediaan air bersih, mendukung sektor pertanian, maupun meningkatkan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
"Nah, ini juga mau sampai kapan, Pak? Kami selalu mengusulkan agar optimalkan bendungan lewat SPAM-SPAM. Ini juga tidak tercermin di sini. Anggaran Bapak enggak ada di sini," pungkasnya.



