Perkuat Perlindungan SDA Hayati Barantin Hadirkan Inovasi Finquest Sebagai Terobosan Strategis - Telusur

Perkuat Perlindungan SDA Hayati Barantin Hadirkan Inovasi Finquest Sebagai Terobosan Strategis

Badan Karantina Nasional. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Badan Karantina Indonesia (Barantin) menghadirkan inovasi untuk menghadapi tantangan meningkatnya risiko masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Barantin Benny Alamsyah, mengatakan bahwa inovasi tersebut dilakukan melalui transformasi pembiayaan pembangunan Karantina, Finquest (Financing for Quarantine Enhancement and Strategic Transformation).

"Finquest hadir sebagai terobosan strategis dalam mentransformasikan pembiayaan pembangunan karantina dari berbagai sumber dana," kata Benny dalam keterangan yang diterima, Rabu (15/4/2026). 

Kehadiran inovasi ini kata Benny, untuk meminimalisasi kesenjangan pembangunan infrastruktur karantina di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian pembangunan tidak tergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saja, tetapi dapat mengintegrasikan dari berbagai sumber pembiayaan.

"Inovasi ini untuk mengintegrasikan pendanaan dari berbagai sumber pembiayaan, seperti APBN, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) hingga surat berharga syariah negara (SBSN), termasuk investasi atau kerja sama dengan pihak investor," ujarnya. 

Benny menjelaskan transformasi melalui Finquest mendorong dan mengarah pada lima intervensi yang secara langsung memperkuat pembangunan karantina.

Kelima intervensi itu berfokus pada transformasi pembiayaan, modernisasi infrastruktur karantina, digitalisasi dan integrasi sistem layanan karantina, penguatan sistem biosekuriti nasional, serta reformasi tata kelola dan kelembagaan.

"Melalui inovasi Finquest, harapannya dapat memperkuat dan berkelanjutan untuk proses transformasi Barantin, sehingga mampu menghadirkan sistem karantina yang modern, adaptif, dan terintegrasi," tuturnya. 

"Sejalan dengan program prioritas Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean, yakni revitalisasi laboratorium, penguatan sumber daya manusia, dan digitalisasi layanan," tambah Benny.

Lebih lanjut, kehadiran Finquest tersebut diperuntukkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat pelindungan terhadap sumber daya alam (SDA) hayati, serta mendorong kelancaran arus perdagangan yang aman, sehat, dan berdaya saing di tingkat global.

"Ke depan, harapannya Finquest menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem karantina Indonesia yang modern, efisien, dan berstandar internasional," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar