telusur.co.id - Produksi listrik pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di China Daratan mencapai 440.000 gigawatt-jam (GWh) pada 2023, mencakup hampir 5 persen dari total produksi listrik nasional, menurut Otoritas Energi Atom China pada Selasa (23/4).

Pencapaian ini setara dengan penghematan 130 juta ton batu bara standar dan pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 350 juta ton.

Hingga akhir 2023, terdapat 55 unit PLTN yang beroperasi dan 36 unit PLTN yang telah disetujui atau sedang dalam tahap konstruksi di China Daratan, dengan total kapasitas terpasang masing-masing 57 gigawatt dan 44 gigawatt.

China telah membangun sistem rantai industri nuklir yang mandiri dan komprehensif, menjamin pasokan bahan bakar nuklir yang aman dan stabil. 

Dengan kemampuan untuk membangun beberapa unit PLTN secara bersamaan, China juga telah mengembangkan keahlian di bidang teknik, konstruksi, dan operasi, yang meletakkan dasar yang kuat bagi pengembangan energi nuklir berkualitas tinggi, ungkap otoritas tersebut.

Menurut indeks komprehensif Asosiasi Operator Nuklir Dunia (World Association of Nuclear Operators/WANO), kinerja keselamatan operasi PLTN China terus berada dalam daftar terbaik di dunia selama beberapa tahun. Pada 2022 dan 2023, masing-masing 37 dan 33 unit PLTN meraih skor maksimum dalam indeks komprehensif WANO.

Reaktor berpendingin gas bersuhu tinggi (high-temperature gas-cooled reactor/HTGR) generasi keempat pertama di dunia, yang dikembangkan oleh China, telah dioperasikan secara komersial, dengan kemajuan yang stabil dalam pembangunan reaktor modular kecil dan reaktor cepat. Berbagai terobosan terus ditorehkan dalam penelitian inovatif dan pengembangan teknologi fusi nuklir.[Fhr]