PSSI dan I.League Bahas Regulasi Baru Kompetisi 2026/2027 dan Rancang Turnamen Tambahan Selain Liga - Telusur

PSSI dan I.League Bahas Regulasi Baru Kompetisi 2026/2027 dan Rancang Turnamen Tambahan Selain Liga

Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dihadiri oleh operator liga, I.League, Rabu (15/4) di Jakarta. Foto: dok. I.League.

telusur.co.id -Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama operator kompetisi liga, I.League menggelar Rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk membahas penguatan struktur kompetisi sepak bola nasional. Pertemuan ini fokus pada perencanaan jangka panjang, mulai dari kasta Super League, Championship, hingga pengembangan kompetisi usia dini, Elite Pro Academy. 

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, hadir memimpin langsung jalannya rapat yang juga dihadiri jajaran Wakil Ketua Umum, anggota Exco, serta Direksi I.League dan jajarannya.

Salah satu poin krusial yang disepakati adalah penetapan regulasi dan jadwal untuk musim kompetisi 2026/27 lebih awal. Langkah ini diambil agar seluruh pemangku kepentingan memiliki persiapan yang lebih matang, terukur, dan terintegrasi.

Dalam pertemuan tersebut, PSSI dan I.League menekankan pentingnya sinkronisasi kalender kompetisi musim depan dengan padatnya agenda Timnas Indonesia serta program kerja organisasi. Langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk menciptakan tata kelola sepak bola profesional yang berjalan beriringan tanpa bentrok dengan jadwal event lokal maupun internasional.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa kompetisi liga musim ini menunjukkan tren positif dari sisi kualitas pertandingan. Hingga saat ini, sebanyak 243 pertandingan telah sukses digelar dengan tingkat persaingan yang semakin tajam.

“Super League hingga saat ini telah memainkan 243 pertandingan yang menunjukkan peningkatan rivalitas dan kompetitivitas. Dari 20 persen pada musim lalu, kini meningkat menjadi 30 persen. Championship juga mengalami kenaikan signifikan, salah satu pemicunya adalah implementasi VAR,” ujar Ferry Paulus dalam keterangan tertulis I.League.

Peningkatan tersebut tecermin dalam data statistik sementara musim ini. Misalnya pada kasta Super League, angka kemenangan kandang tercatat sebesar 44,86 persen, sementara kemenangan tandang berada di angka 30,45 persen, dan sisanya berakhir imbang sebesar 24,69 persen.

Kondisi hampir serupa terjadi di kasta kedua, Championship. Tingkat kemenangan kandang mencapai 44,35 persen, disusul kemenangan tandang sebesar 29,57 persen, serta hasil imbang di angka 26,09 persen.

Kehadiran teknologi Video Assistant Referee (VAR) diperkirakan menjadi faktor pembeda yang meningkatkan sportivitas dan persaingan di lapangan hijau.

Tak hanya fokus pada urusan domestik, I.League kini mulai melebarkan sayap dengan menjajaki kolaborasi strategis bersama liga-liga top dunia seperti Eredivisie, La Liga, J.League, hingga Bundesliga. Tidak lupa, penguatan kerja sama dengan FIFA terus dilakukan, terutama pada aspek manajemen suporter dan standar keamanan pertandingan.

Menutup agenda rapat, PSSI dan I.League juga tengah menggodok rencana penyelenggaraan turnamen tambahan. Kejuaraan ini nantinya diproyeksikan berjalan paralel dengan kompetisi liga utama untuk menambah jam terbang klub dan pemain.

Turnamen tambahan sering disuarakan oleh para pencinta sepak bola nasional agar para pemain mampu berkembang dengan adanya kompetisi domestik lainnya. Khususnya talenta-talenta muda yang minim mendapatkan menit bermain di tim utama klub.\

Patut dinantikan kolaborasi strategis antara kedua belah pihak sehingga semakin memperkuat potensi dan kualitas kompetisi dan berdampak pada performa para pemain.


Tinggalkan Komentar