telusur.co.id -Timnas Indonesia sukses meraih kemenangan bersejarah atas Oman dengan skor 3-0 dalam laga jeda internasional FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6) malam.
Tiga gol penentu kemenangan skuad Garuda diciptakan oleh Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny pada menit ke-27, dan ditutup oleh gol Ragrar Oratmangoen pada menit ke-56. Kemenangan ini memutus rekor buruk timnas Indonesia yang tak pernah menang selama 38 tahun atas Oman.
Tidak hanya itu, tercatat pula momen bersejarah lainnya adalah tertuju kepada talenta muda Indonesia, Mathew Baker.
Baker mengukir sejarah sebagai pemain termuda yang pernah bermain membela timnas Indonesia. Pemain berusia 17 tahun 23 hari tersebut menggeser Arkhan Kaka yang sebelumnya memegang rekor tersebut.
Pelatih timnas Indonesia, John Herdman mengungkapkan perasaan bangga dan bahagia akhirnya Baker mampu mencatatkan caps pertamanya bagi skuad Garuda. Kesempatan yang diberikan bukanlah sebuah proses instan.
Menurutnya, ia telah menjalani proses pada serangkaian pemusatan latihan yang telah diikutinya. Ia merasa kemampuan bek kiri tersebut menunjukkan peningkatan.
"Matthew Baker, seperti yang saya katakan, dia mengikuti Training Camp (TC) bersama saya. Dia menjalani lima hari yang baik di kamp itu, dia menunjukkan kemampuan teknisnya," kata Herdman pada jumpa pers usai pertandingan.
Bagi Herdman, perlakuan terhadap Baker merupakan salah satu strategi yang ia tetapkan untuk mengakselerasi talenta pemain muda guna semakin menunjukkan perkembangan dari potensi sang pemain. Ia menilai, pentingnya para pemain muda ini diberikan kesempatan untuk menaikkan levelnya di ranah sepak bola profesional.
"Saya memiliki strategi besar yang selalu saya terapkan dalam pelatihan internasional saya, untuk mempercepat perkembangan pemain muda yang menunjukkan potensi. Semakin muda mereka dapat merasakan pengalaman di tim nasional, semakin besar peluang mereka untuk naik ke level sepak bola profesional berikutnya," ungkap pelatih asal Inggris tersebut.
Mantan pelatih timnas Kanada tersebut mencontohkan bagaimana perjuangan Kevin Diks menjalani debut profesionalnya pada usia seumuran Baker. Proses itu menjadi batu loncatan sebelum berkiprah di berbagai kompetisi Eropa hingga saat ini berkiprah di kasta teratas liga Jerman, Bundesliga.
"Seperti yang dikatakan Kevin Diks, dia melakukan debut profesionalnya pada usia 17 tahun, dan sekarang dia bermain di Bundesliga," ucap Herdman.
Kendati demikian, Herdman menegaskan kesempatan bermain di tim nasional harus diperjuangkan. Pemain harus bekerja keras untuk mendapatkan haknya. Karena, kesempatan tampil di laga internasional tidak bisa diberikan secara mudah.
"Jadi, ini adalah kesempatan bagi pemain yang bermain di kancah internasional untuk mendapatkan pengakuan Tetapi, Anda harus mendapatkan hak itu. Kami tidak memberikan jersey ini secara cuma-cuma kepada siapa pun," tegas Herdman.
Lebih lanjut, Herdman mengaku bangga atas pencapaian dari Mathew Baker mampu promosi ke timnas Indonesia senior. Sambil bercanda, Herdman memuji Baker mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan baik.
"Dan Matthew telah bekerja dengan baik, dia menyanyikan lagu yang bagus tadi malam juga, um itu lelucon internal, jelas tidak terlalu lucu," ujar Herdman sambil tertawa.
"Tapi, ya, tapi dia telah mendapatkan hak untuk bermain dan ya, saya bangga, ini momen yang membanggakan. Dia adalah pemain termuda dalam sejarah Indonesia yang turun ke lapangan. Dan saudaranya saat ini bermain di U-20, sangat menarik," tutup Herdman.



