telusur.co.id -Bek muda timnas Indonesia, Mathew Baker tidak mampu menutupi rasa bangganya dapat mencetak sejarah sebagai pemain termuda yang bermain membela skuad Garuda. Baker baru menginjak usia 17 tahun 23 hari saat memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh penyerang Persis Solo, Arkhan Kaka sejak 2024 lalu.
Pemain muda asal klub Melbourne City U-18 tersebut mencatatkan caps pertamanya bagi timnas Indonesia pada laga FIFA Matchday melawan Oman.
Pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6) semalam, Baker masuk menggantikan Rizky Ridho pada menit ke-81 ketika timnas Indonesia telah unggul 3-0 lewat gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Pemain keturunan Indonesia-Australia ini merasakan atmosfer berbeda sejak dipanggil bergabung ke timnas Indonesia senior oleh pelatih John Herdman. Ia takjub serta tidak percaya bisa berlatih bersama pemain-pemain luar biasa di tim.
"Kualitas tim ini sangat luar biasa. Sejak pertama kali saya dipanggil ke sini, tingkat latihan yang ditunjukkan oleh orang-orang ini sangat luar biasa. Saya sudah belajar banyak hal selama beberapa hari ini bersama tim," ungkap Baker kepada awak media termasuk Telusur.co.id usai pertandingan.
Baker mengaku tidak menyangka bisa bermain di laga melawan Oman. Bahkan, ia masih mencerna apa yang terjadi dalam salah satu momen paling bersejarah yang pernah ia alami.
"Ya perasaan ketika saya masuk sebagai pemain pengganti hari ini sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan sampai sekarang rasanya seperti baru saja bisa meresap," ujar Mather Baker.
Ia menceritakan betapa emosionalnya selepas pertandingan berakhir, seluruh pemain dan ofisial berdiri di tengah lapangan bernyanyi bersama lagu Tanah Air dengan para suporter yang berada di tribun.
Baker tidak bisa menahan perasaan harunya sehingga air matanya pecah dalam momen tersebut.
"Saya rasa Anda bisa melihatnya saat, saat kita menyanyikan lagu Tanah Air, semua emosi saya seperti meluap. Tapi ya, saya sangat senang. Tidak bisa diungkapkan lagi, saya sangat senang," jelas Baker.
Lebih lanjut, pemain yang menjadi salah satu punggawa timnas U-17 di Piala Dunia U-17 ini merasa lebih dari bangga bisa membela tanah kelahiran ibundanya tersebut.
Tidak lupa, ia mengucapkan apresiasi kepada pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman yang telah memberikan kepercayaan untuk dirinya bermain.
"Kata bangga saja sejujurnya tidak cukup untuk menggambarkannya. Seperti, ini perasaan yang luar biasa untuk sekarang memegang rekor tersebut."
"Dan ya, saya tidak bisa tidak lebih bangga lagi. Saya sangat berterima kasih kepada Coach John karena telah membawa saya ke pemusatan latihan ini dan kemudian memberi saya kesempatan malam ini," tutur Baker.
Menutup percakapannya, Baker menilai ini merupakan langkah pertama bagi karir internasionalnya. Ia tidak sabar untuk mendapatkan kesempatan lainnya di masa depan.
"Mudah-mudahan ini adalah yang pertama dari banyak kesempatan ke depan," tutup Baker.



