Resmi Dikukuhkan, Ketua Umum PP IKA UNJ Sugeng Suparwoto Dorong Alumni Jadi Pelita Peradaban - Telusur

Resmi Dikukuhkan, Ketua Umum PP IKA UNJ Sugeng Suparwoto Dorong Alumni Jadi Pelita Peradaban

Ketua Umum PP IKA UNJ Sugeng Suparwoto-Foto.Yana Priyatna

telusur.co.id - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Sugeng Suparwoto mengarahkan organisasi alumni tersebut untuk berperan sebagai pelita peradaban.

Hal tersebut ia sampaikan usai resmi dikukuhkan bersama jajaran pengurus pusat (PP) IKA UNJ periode 2026–2030 di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). Dalam sambutannya, Sugeng menilai kampus memiliki peran penting tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai penuntun peradaban.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal bagi kita semua dari kampus ini untuk menjadi pelita peradaban. Salah satu yang sangat penting, saya kira kampus sebagai pelita peradaban, di samping juga sebagai pusat ilmu,” ujar Sugeng.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan alumni yang telah mempercayakan dirinya memimpin IKA UNJ. Menurutnya, keberhasilan organisasi ke depan bergantung pada kerja bersama seluruh alumni.

“Saya bersyukur dan terima kasih sekali atas dukungan seluruh alumni UNJ yang mempercayakan saya. Apa pun ke depan, saya juga bergantung pada kerja keras kita semua,” jelasnya.

Sugeng menekankan bahwa forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) akan menjadi ruang merumuskan program kerja yang tidak hanya konkret, tetapi juga berorientasi masa depan. Ia juga menyinggung pentingnya peran alumni dalam memperkuat kontribusi keilmuan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Raker ini mudah-mudahan akan membahas program-program kerja yang riil, tetapi juga melihat ke depan bagaimana UNJ menjadi soko guru keilmuan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” jelas Sugeng.

“Alumni UNJ adalah alumni untuk alumni, bagaimana alumni UNJ itu betul-betul bermanfaat bagi kita semua,” lanjutnya.

Ia menegaskan keberadaan IKA UNJ harus memberikan manfaat langsung bagi para alumni. Selain itu, hubungan antara alumni dan kampus juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat peran universitas.

“Maka dengan demikian, kehadiran IKA Alumni harus bermanfaat bagi alumni itu sendiri,” tuturnya.

Sugeng juga menyoroti bahwa UNJ, yang bertransformasi dari IKIP, tetap menjadi sumber keilmuan yang berkontribusi bagi bangsa. Menurut dia, sinergi antara alumni dan kampus akan menentukan kekuatan institusi ke depan.

“Sampai hari ini, IKIP yang telah berubah menjadi UNJ masih eksis menjadi sumber keilmuan yang berbakti kepada bangsa dan negara. Kekuatan almamater juga bergantung pada sinergitas dengan alumninya,” pungkas Sugeng.


Tinggalkan Komentar