telusur.co.id - Sugeng Suparwoto resmi dikukuhkan menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) periode 2026-2030 pada Jumat (24/4/2026), di Hotel Sahid, Jakarta Pusat.
Pengukuhan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor UNJ Nomor 579/UN39/HK.02/2026 tentang Susunan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta Periode Tahun 2026-2030.
Bersama seluruh jajaran pengurus pusat IKA UNJ, sugeng dipanggil ke atas panggung dan diambil sumpah oleh Rektor UNJ Komarudin yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina IKA UNJ.
“Kami PP IKA UNJ, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kami berjanji: satu, bahwa kami akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan martabat almamater UNJ sebagai sumber ilmu dan pelita peradaban,” ucap Komarudin diikuti seluruh jajaran PP IKA UNJ.
Para pengurus juga berjanji akan menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas, kejujuran, dan profesionalisme demi memajukan IKA UNJ.
“Tiga, bahwa kami akan menjadi garda terdepan dalam merajut sinergi antarlintas generasi alumni guna memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” ucap Komarudin.
PP IKA UNJ juga berjanji akan menjaga teguh nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan serta berkomitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui karya dan pengabdian.
“Lima, bahwa kami akan patuh dan taat pada AD/ART IKA UNJ serta menjaga kesetiaan pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ucap Komarudin.
Melalui pengukuhan tersebut, jajaran PP IKA UNJ akan menjalankan tugasnya selama periode 2026-2030 di bawah pimpinan Sugeng Suparwoto.
Sebelumnya, Sugeng Suparwoto resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum melalui forum Musyawarah Besar (Mubes) ke-10 IKA UNJ di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026) malam. Wakil Ketua Komisi XII DPR dari Fraksi NasDem itu resmi menggantikan Juri Ardiantoro yang demisioner.
Dalam Mubes tersebut, Sugeng diusulkan oleh delapan fakultas di UNJ. Sedangkan calon lainnya, yakni Sardi Efendi dan Defrizal Siregar, memutuskan mundur dari pencalonan kemudian mendukung Sugeng maju sebagai calon tunggal.



