telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Siti Qomariyah mendorong para pelajar untuk membangun budaya demokrasi yang sehat sejak bangku sekolah, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi dan dinamika politik di ruang publik.
Pesan tersebut disampaikan Siti Qomariyah saat melaksanakan kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Menurut Siti, generasi muda yang nantinya menjadi pemilih pemula perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan menyesatkan. Hal ini penting agar pilihan politik mereka tidak mudah dipengaruhi oleh hoaks maupun praktik politik uang.
“Generasi muda harus memiliki bekal yang cukup untuk menentukan pilihan secara bijak. Jangan sampai pilihan kita ditentukan oleh informasi yang belum tentu benar atau oleh kepentingan sesaat,” ujar Siti Qomariyah.
Ia menilai pendidikan demokrasi tidak cukup hanya memberikan pemahaman mengenai pemilu dan hak pilih. Pelajar juga perlu dibiasakan berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, serta mampu menyampaikan aspirasi secara positif dan bertanggung jawab.
Siti mengajak para siswa untuk mulai berani menyampaikan gagasan mengenai berbagai persoalan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, keberanian menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik merupakan salah satu bentuk praktik demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Demokrasi bukan hanya tentang datang ke tempat pemungutan suara. Demokrasi juga bagaimana kita berani menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencari jalan keluar bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Siti juga membuka ruang dialog dengan pihak sekolah dan para siswa. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan parlemen, sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan fasilitas serta mutu pendidikan di Kabupaten Bekasi.
Ia berharap pendidikan demokrasi dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk memasuki kehidupan bermasyarakat dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Menurut Siti, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang mampu menggunakan haknya dengan bijak sekaligus berani mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Kita ingin anak-anak muda bukan hanya paham bagaimana memilih, tetapi juga memahami mengapa mereka memilih. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pemilih yang cerdas sekaligus warga negara yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (VC)



