telusur.co.id -PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar simulasi Business Continuity Management System (BCMS) sebagai langkah penguatan kesiapan operasional dalam menghadapi potensi gangguan sistem. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (2/4) di area Terminal Petikemas Surabaya.
Simulasi dilakukan dengan skenario gangguan pada Sistem Operasi Terminal (SOT), khususnya pada layanan receiving dan discharge. Melalui skenario tersebut, perusahaan menguji efektivitas tata kelola penanganan kondisi darurat, mulai dari penilaian dampak, pengambilan keputusan manajerial, hingga aktivasi Business Continuity Plan (BCP).
Dalam pelaksanaannya, seluruh fungsi terkait dilibatkan secara terintegrasi, termasuk operasional lapangan, teknologi informasi, serta unit koordinasi internal. Layanan penerimaan dan pembongkaran petikemas tetap disimulasikan berjalan menggunakan prosedur manual, pemanfaatan data cadangan, hingga pengaturan area penumpukan alternatif.
Senior Vice President Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan manajemen risiko perusahaan.
“Pelaksanaan drill BCMS ini bertujuan untuk memastikan seluruh insan TPS memiliki pemahaman yang selaras terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi potensi gangguan operasional. Dengan kesiapan tersebut, operasional terminal diharapkan dapat tetap berjalan secara aman, tertib dan terkendali, meskipun dihadapkan pada kondisi tidak normal,” ujar Didik.
Ia menambahkan, implementasi BCMS tidak hanya berfokus pada pemulihan sistem, tetapi juga menjamin kesinambungan proses bisnis serta efektivitas koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan.
Dalam simulasi ini, TPS juga melibatkan koordinasi dengan pihak eksternal seperti Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, serta pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.
“Kesiapan prosedur operasional manual, proses pemulihan data, serta koordinasi yang solid menjadi faktor kunci dalam memitigasi dampak gangguan. Melalui kegiatan ini, TPS juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap sistem dan prosedur yang dimiliki,” tambahnya.
Usai pelaksanaan simulasi, TPS melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan pencapaian Recovery Time Objective (RTO) serta kesesuaian implementasi dengan standar keberlanjutan bisnis perusahaan.
Melalui kegiatan ini, TPS menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional terminal serta mendukung kelancaran arus logistik nasional secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi layanan di lingkungan Pelindo Group.



