telusur.co.id -Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di ASEAN Championship 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026).
Hasil tersebut membuat skuad Garuda gagal melangkah ke babak semifinal. Indonesia mengakhiri fase grup dengan koleksi enam poin dari empat pertandingan. Kegagalan ini menjadi kedua kali beruntun bagi skuad Merah Putih setelah pada edisi 2024 lalu juga tersingkir di fase yang sama.
Sejak pertandingan dimulai, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang emas bahkan sudah didapat pada menit kedua melalui Mitchell Baker.
Baker berhasil berada dalam posisi menguntungkan saat berhadapan dengan gawang yang sudah terbuka. Namun, upayanya masih mampu diblok pemain bertahan Singapura.
Indonesia terus mendominasi permainan sepanjang babak pertama. Sejumlah peluang berhasil diciptakan melalui Thom Haye, Baker, dan beberapa pemain depan lainnya.
Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua, Indonesia akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-47.
Dony Tri Pamungkas mengirimkan umpan tarik dari sisi kiri yang kemudian disambut Ragnar Oratmangoen. Ragnar melepaskan penyelesaian akurat yang mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia.
Situasi pertandingan kemudian berubah pada menit ke-57. Singapura harus bermain dengan 10 pemain setelah Song Ui-young mendapat kartu kuning kedua akibat insiden dengan Ivar Jenner.
Namun, keputusan tersebut kemudian ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah melakukan pemeriksaan pada menit ke-61, wasit membatalkan keputusan kartu merah sehingga Song Ui-young tetap berada di lapangan.
Singapura memanfaatkan situasi tersebut untuk bangkit. Pada menit ke-65, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut bermula dari kemelut di depan gawang Indonesia. Ilhan Fandi kemudian memanfaatkan bola liar untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Indonesia tidak mengendurkan tekanan setelah skor kembali imbang. Pelatih John Herdman kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-69 dengan memasukkan Rizky Eka Pratama untuk menggantikan Eliano Reijnders.
Pergantian tersebut dilakukan untuk menambah daya gedor Indonesia di lini serang. Namun, hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir, upaya Garuda untuk kembali unggul belum membuahkan hasil.
Indonesia terus menekan, tetapi tidak mampu mencetak gol tambahan. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Skuad Garuda mengakhiri Grup A dengan enam poin hasil dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Indonesia menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup A di bawah Vietnam dan Singapura.



