telusur.co.id -Universitas Airlangga (UNAIR) mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2026.
Dalam pemeringkatan tersebut, UNAIR tetap berada di peringkat ketiga nasional dan menempati posisi ke-709 dunia. Capaian itu dinilai menunjukkan konsistensi UNAIR dalam memperkuat eksistensi digital serta kontribusi akademiknya di tingkat global.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR, Prof. Dr. Ardianto, S.E., Ak., M.Si., CMA, CA, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi tiga besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNAIR.
Ia menilai pemeringkatan Webometrics tidak hanya berkaitan dengan keberadaan laman resmi perguruan tinggi, tetapi juga mencerminkan sejauh mana institusi mampu membangun eksistensi digital dan memberikan kontribusi akademik yang dapat diakses masyarakat internasional.
Perkuat Visibilitas dan Dampak Akademik
Prof. Ardianto menjelaskan, Webometrics tidak semata-mata menilai tampilan laman resmi perguruan tinggi. Pemeringkatan tersebut mengukur kemampuan universitas dalam membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan sekaligus menghadirkan dampak melalui publikasi dan ekosistem digital.
Penilaian Webometrics bertumpu pada tiga indikator utama, yakni Visibility, Openness, dan Excellence.
“Visibility mengukur dampak konten web melalui tautan eksternal, Openness menilai keterbukaan akses publikasi ilmiah. Sedangkan Excellence melihat kualitas publikasi berdasarkan artikel yang masuk dalam kelompok paling banyak disitasi di berbagai bidang ilmu,” jelasnya.
Menurutnya, ketiga indikator tersebut saling melengkapi dalam membangun citra sekaligus daya saing universitas di tingkat internasional.
Semakin luas informasi dan hasil riset UNAIR menjangkau publik, semakin besar pula peluang masyarakat global mengenal kontribusi kampus dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Peringkat ini sangat relevan terhadap branding universitas. Ketika visibility meningkat, reputasi Universitas Airlangga juga semakin terbaca oleh masyarakat global dan memberikan nilai positif bagi pencapaian target-target berikutnya,” tambahnya.
Sinergi Menuju Kampus Berdampak
Prof. Ardianto menilai persaingan antarperguruan tinggi di dunia menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Perguruan tinggi secara global terus meningkatkan visibilitas digital sekaligus kualitas publikasi akademiknya.
Karena itu, UNAIR terus memperkuat sinergi antarfakultas dan unit kerja agar berbagai capaian dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dapat terdokumentasikan dengan baik dan menjangkau masyarakat global melalui berbagai platform digital.
Menurutnya, berbagai program juga terus dihadirkan untuk memperkuat visibilitas UNAIR. Upaya tersebut didukung penyampaian informasi yang terintegrasi melalui unit-unit kerja terkait.
“Capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi menjadi penyemangat bagi kita untuk terus bersinergi. Bersama-sama adalah jalan terbaik agar Universitas Airlangga mampu meraih target-target yang lebih gemilang di masa mendatang,” pungkasnya.



