Trump Ancam Dengan Tarif, Macron Tidak Takut - Telusur

Trump Ancam Dengan Tarif, Macron Tidak Takut

Presiden Prancis Emmanuel Macron. foto AFP

telusur.co.id - Para pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan penolakan terkoordinasi terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif besar-besaran pada sejumlah negara Eropa terkait upaya Washington membeli Greenland. Mereka memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko merusak hubungan transatlantik dan berjanji akan memberikan respons bersatu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Paris tidak akan tunduk pada intimidasi atau tekanan ekonomi. Ia menekankan komitmen terhadap kedaulatan nasional, hukum internasional, dan keamanan Eropa. Macron juga menyoroti keterlibatan Prancis dalam latihan militer yang dipimpin Denmark di Greenland sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas Arktik. “Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi posisi Prancis di Ukraina, Greenland, atau di tempat lain, tegasnya.

Jerman melalui juru bicara pemerintah Stefan Kornelius menyatakan tengah berkoordinasi erat dengan mitra Eropa untuk menyusun tanggapan bersama. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa tarif AS akan memperburuk hubungan dengan Washington dan bisa memicu spiral penurunan berbahaya. Ia menekankan bahwa Eropa akan tetap bersatu dan berkomitmen mempertahankan kedaulatannya.

Trump dalam unggahan di Truth Social mengancam akan mengenakan tarif 10% mulai 1 Februari terhadap barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Tarif itu akan naik menjadi 25% pada Juni 2026 dan tetap berlaku hingga kesepakatan pembelian Greenland tercapai. Ia menuding negara-negara Eropa “memainkan permainan berbahaya” dengan pengerahan pasukan ke Greenland, wilayah kaya mineral dengan populasi sekitar 57.000 jiwa.

Jika diterapkan, ancaman tarif ini akan menandai eskalasi luar biasa terhadap mitra NATO sendiri, menimbulkan pertanyaan serius tentang kohesi aliansi di tengah persaingan geopolitik di Arktik. Langkah Trump juga memperlihatkan bagaimana kebijakan perdagangan digunakan sebagai alat tekanan strategis, bukan sekadar isu ekonomi.

Situasi ini menempatkan Greenland sebagai titik panas baru dalam hubungan AS–Eropa. Dengan Eropa berjanji merespons secara bersatu, ketegangan ini bisa berkembang menjadi krisis diplomatik yang menguji solidaritas NATO sekaligus menyoroti pentingnya Arktik sebagai arena perebutan pengaruh global. [ham]


Tinggalkan Komentar