telusur.co.id - Langkah ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, terhenti di babak 16 besar Australian Open 2026 setelah takluk dari pasangan unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 15-21, 18-21, Kamis (11/6/2026).
Leo mengakui lawan tampil lebih dominan sejak awal pertandingan dengan permainan cepat dan mampu mengambil inisiatif lebih dahulu. Meski sempat menemukan ritme permainan, pasangan Indonesia masih terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Tadi mereka banyak nge-duluin mainnya. Di pertengahan gim pertama sebenarnya sudah coba mengimbangi tapi kami banyak mati sendiri. Di gim kedua sudah mulai menemukan ritme, sudah lebih adaptasi tapi respon kami cukup terlambat, rotasi mereka juga sangat bagus," ujar Leo.
Meski harus tersingkir, Leo menilai pertandingan melawan Liang/Wang memberikan banyak pelajaran penting, terutama untuk mengukur kemampuan mereka setelah kembali dipasangkan.
"Kami bisa mengambil hal positif dari hari ini. Kami bisa menakar kemampuan kami sampai di mana dan evaluasi apa ke depan yang harus diperbaiki setelah kembali dipasangkan. Sudah lama juga kami tidak bertemu dengan Liang/Wang jadi bisa tahu bagaimana mereka sekarang," katanya.
Senada dengan Leo, Daniel Marthin menilai kunci pertandingan terletak pada kemampuan mengambil inisiatif serangan lebih dahulu. Kondisi shuttlecock yang melaju cukup cepat di arena pertandingan membuat pasangan yang mampu mendominasi permainan depan memiliki keuntungan lebih besar.
"Di pertandingan tadi memang kuncinya siapa yang bisa main mendahului depannya, dia yang akan dapat keuntungan karena bolanya di sini cukup kencang. Mereka juga main safe tadi," ungkap Daniel.



