telusur.co.id - Pebulu tangkis muda Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, mengambil banyak pelajaran penting setelah langkahnya terhenti di perempat final Malaysia Masters 2026 di Axiata Arena, Jumat.
Pemain yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Prancis, Christo Popov, lewat duel ketat dua gim dengan skor 21-23, 19-21.
Kekalahan tersebut sekaligus memastikan langkah wakil Indonesia di sektor tunggal putra terhenti, setelah sebelumnya Jonatan Christie juga gagal melaju ke semifinal.
Meski belum mampu meraih kemenangan, Ubed tetap bersyukur karena mampu tampil kompetitif dan menjalankan strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan.
“Alhamdulillah hari ini bisa bermain baik tanpa cedera. Memang hasilnya belum sesuai harapan, tapi apa yang direncanakan sejak awal bisa diterapkan di lapangan,” ujar Ubed dalam keterangan resmi PP PBSI.
Menurutnya, pengalaman dan ketenangan Christo Popov menjadi faktor pembeda pada momen-momen krusial jelang akhir pertandingan.
“Tadi sempat unggul, tapi di poin-poin akhir dia lebih tenang mengontrol permainan. Setelah pertandingan berjalan ketat, pengalaman lawan membuat mentalnya lebih kuat,” katanya.
Ubed menilai laga tersebut menjadi pengalaman penting dalam proses perkembangannya sebagai pemain muda, terutama dalam mengelola fokus dan mental saat berada di bawah tekanan.
“Ini pelajaran yang sangat berharga buat saya. Saya jadi belajar bagaimana mengatur mental dan pikiran ketika menghadapi laga ketat,” ungkapnya.
Pemain muda Indonesia itu juga merasa performanya mengalami peningkatan dibanding penampilannya pada turnamen sebelumnya di Thailand.
“Kalau dibanding Thailand, di sana saya merasa permainan belum maksimal. Dari situ saya belajar, dan di Malaysia performanya lebih baik. Pencapaiannya juga meningkat, jadi saya tetap bersyukur,” tutup Ubed.



