Shin Tae-yong Pasrah Persija Terusir dari SUGBK, Singgung Kondisi Lapangan JIS

by Risyad Avisena |
Shin Tae-yong Pasrah Persija Terusir dari SUGBK, Singgung Kondisi Lapangan JIS
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong di laga vs Persik di Jakarta International Stadium (JIS), Senin(26/10/2026). Foto: Telusur.co.id/Jaya Pratama.

Persija Jakarta kembali harus mencari stadion alternatif untuk menjalani pertandingan kandang setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) memasuki masa renovasi dan perbaikan besar-besaran hingga April 2026.

SUGBK sebelumnya didaftarkan Persija sebagai salah satu stadion kandang untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Namun, keputusan pengelola stadion untuk melakukan renovasi membuat Macan Kemayoran tidak dapat menggunakan stadion kebanggaan Indonesia tersebut.

Situasi serupa juga berdampak kepada Timnas Indonesia yang dijadwalkan menjalani agenda FIFA Matchday pada Maret mendatang. Dengan kondisi tersebut, baik Persija maupun tim nasional harus mencari alternatif stadion untuk menggelar pertandingan.

Terakhir kali Rizky Ridho cs menggelar laga home di SUGBK yaitu pada pekan kedua menghadapi Persib Bandung 12 September 2026 silam. Persija menang 2-1 atas rivalnya dengan disaksikan sekitar 58 ribu penonton.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyayangkan kondisi tersebut. Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu memahami bahwa renovasi SUGBK merupakan bagian dari upaya memperbaiki fasilitas stadion sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan pihak klub.

"Sangat disayangkan. Sebenarnya bagi kami, agar bisa memainkan pertandingan yang bagus untuk para penggemar, lapangannya harus bagus," kata Shin Tae-yong kepada awak media jelang laga vs Dewa United FC, Jumat (30/10/2026).

Menurut Shin Tae-yong, kualitas lapangan menjadi salah satu faktor penting bagi sebuah tim untuk dapat menampilkan permainan terbaik. Karena itu, renovasi stadion yang berdampak pada terusirnya Persija dari SUGBK dinilai sebagai situasi yang harus diterima dan hanya bisa pasrah.

"Stadion dengan lapangan yang bagus masuk ke masa renovasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari," ujar mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.

Sebagai alternatif, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi salah satu opsi yang dapat digunakan Persija untuk menjalani pertandingan kandang.

Namun, Shin Tae-yong memberikan catatan terkait kondisi permukaan lapangan stadion tersebut.

Sebelumnya, Persija memang sempat menggunakan JIS sebagai kandang. Salah satunya ketika menghadapi Persik Kediri. Shin Tae-yong secara blak-blakan mengkritik kondisi lapangan yang dinilai kurang ideal untuk pertandingan sepak bola.

Shin Tae-yong berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian sehingga JIS benar-benar bisa menjadi stadion yang mendukung permainan Persija. Menurutnya, kualitas lapangan sangat berpengaruh terhadap kemampuan pemain dalam memperagakan permainan yang diinginkan.

"Tetapi setidaknya saya berharap lapangan JIS bisa segera diperbaiki agar menjadi lapangan di mana kami bisa benar-benar menunjukkan penampilan yang bagus kepada para penggemar," pungkasnya.

Dengan renovasi SUGBK yang berlangsung hingga April 2026, Persija perlu memastikan stadion alternatif yang digunakan memiliki kualitas lapangan dan fasilitas yang memadai. Hal itu penting agar faktor kandang tetap memberikan keuntungan bagi Macan Kemayoran sepanjang kompetisi.

Hingga pekan kedelapan, Persija tercatat telah menggelar laga kandang di empat stadion berbeda yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali (vs Java United), Stadion Patriot Candrabagha, Bekasi (vs Arema FC), dan terakhir JIS (vs Persik).

Komentar

Berita Terkait