PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memberikan pendampingan dan fasilitas bagi keluarga korban musibah KM Virgo Transport 8 yang masih menunggu informasi terkait proses pencarian di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Hingga Jumat (18/9/2026), sekitar 10 hingga 20 anggota keluarga korban, terutama yang berasal dari luar daerah, masih bertahan dan menginap di Terminal GSN. Mereka antara lain berasal dari Kediri, Malang, Ponorogo, dan Tulungagung.
Untuk mendukung kebutuhan keluarga korban selama berada di posko, Pelindo menyediakan area istirahat di ruang tunggu timur Terminal GSN. Area tersebut dilengkapi kasur sehingga dapat digunakan sebagai tempat beristirahat selama masa penantian.
Sementara itu, sejumlah keluarga korban yang berdomisili di Surabaya telah kembali ke rumah masing-masing.
Selain menyediakan tempat beristirahat, Pelindo juga memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga korban. Fasilitas tersebut antara lain berupa makanan ringan, air minum, kopi, dan teh.
Dukungan kepada keluarga korban juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah komunitas turut menyalurkan bantuan makanan, di antaranya Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Jawa Timur, Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jawa Timur, Anak Muda Bubuhan Banjar (AMBB) Jawa Timur, serta Majelis Taklim (MT) Sirrul Qulub Surabaya.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan duka cita atas musibah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pelindo dalam mendampingi keluarga korban selama berada di lingkungan pelabuhan.
“Kami atas nama Pelindo menyampaikan belasungkawa dan rasa keprihatinan yang mendalam kepada seluruh keluarga korban musibah KM Virgo Transport 8. Sebagai wujud kepedulian, Pelindo senantiasa memastikan bahwa kebutuhan dasar serta tempat istirahat yang layak bagi keluarga korban yang menginap di Terminal GSN dapat terpenuhi dengan baik."
"Kami juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas sinergi serta kepedulian dari berbagai pihak dan komunitas masyarakat yang turut mengulurkan bantuan di Posko Terpadu ini,” ujar Purwanto Wahyu Widodo.
Pendampingan terhadap keluarga korban tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Dukungan moril dan spiritual juga diberikan selama mereka menunggu proses pencarian.
Pada Kamis (17/9/2026) malam, digelar doa bersama dan tausiyah di Terminal Penumpang GSN, Pelabuhan Tanjung Perak. Kegiatan yang dipimpin Abuya Dhanigemoy tersebut diinisiasi secara kolaboratif oleh KBB Jawa Timur, AMBB Jawa Timur, dan MT Sirrul Qulub Surabaya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri petugas Posko DVI Polda Jawa Timur dan perwakilan personel Basarnas.
Doa bersama digelar untuk memberikan penguatan psikologis dan pendampingan moril kepada keluarga korban yang masih mengalami dampak dari musibah. Selain itu, doa juga ditujukan untuk kelancaran dan keselamatan tim SAR gabungan, termasuk Basarnas dan TNI AL, yang masih melakukan proses pencarian.
Dukungan juga diberikan dalam bentuk santunan. Pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, KBB Jawa Timur menyerahkan santunan berupa uang saku kepada perwakilan keluarga korban yang masih menginap di Terminal Penumpang GSN.
Santunan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional keluarga selama berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Penerima santunan berasal dari sejumlah daerah, yakni perwakilan keluarga korban dari Kediri atas nama Tri Sutrisno, Malang atas nama M. Ali Imron dan Pak Dodi, Ponorogo atas nama Menika Susanti, serta Tulungagung atas nama Purkam dan Yuli Purwanto.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan proses penanganan korban berjalan dengan baik.
“Kami bersama tim operasional di lapangan terus bersinergi dengan Basarnas, DVI Polda Jatim, instansi maritim, serta komunitas masyarakat lokal. Fokus utama kami adalah memastikan ruang pelayanan di Terminal Penumpang GSN ini tetap kondusif, aman, dan dapat memberikan rasa tenang bagi keluarga korban. Kami akan terus memfasilitasi kebutuhan posko selama proses penanganan dan pencarian oleh tim Basarnas masih berlangsung,” ungkap Ana Adiliya.
Berdasarkan pembaruan data penanganan korban yang disampaikan per 18 September 2026, sebanyak 108 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan sembilan orang dinyatakan meninggal dunia. Data tersebut mengalami perubahan dibandingkan pembaruan sebelumnya yang mencatat 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, korban yang hingga kini belum ditemukan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Pelindo Sub Regional Jawa menyatakan akan terus memberikan dukungan operasional bagi Posko Terpadu Terminal GSN hingga seluruh tahapan penanganan dan pencarian korban oleh pihak berwenang dinyatakan selesai.