telusur.co.id - Meninggalnya Didi Kempot membuat berbagai pihak merasa kehilangan. Staf khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo turut berduka cita.
Menurut Benny banyak karya semasa hidupnya yang bisa jadi pembelajaran dan menggambarkan jiwa Pancasila.
"BPIP berduka cita atas meningal mestro didit kempot lewat lagu nya yang mudah diterimah rakyat kecil karena lirik lagu mengambarkan jiwa pancasila yang diaktualisasikan dalam tindakkan nyata," jelas Benny dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Selain itu, Benny menjelaskan karya- karya almarhum Didi Kempot juga mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan lagunya yang easy listening mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat.
"Lagu mengambarkan nilai Pancasila dalam lirik lagu nilai persaudaraan , gotong royong , nilai kemanusian , kebersamaan," ujar Benny.
Didi Kempot merupakan Ikon Pancasila yang di berikan oleh BPIP pada tahun 2019 karena karyanya dibidang musik. Lewat lirik lagu campur cari nya sang Mestro memberikan inspirasi masyarakat indonesia hidup guyup rukun dan cinta pada bangsanya.
Menurut Benny bangsa Indonesia telah kehilangan seniman rakyat yang mampu membaca jantung hati rakyat dan denyut nadinya. Selain itu Kehilangan guru yang mengajarkan nilai keutaman kemanusia melintas batas suku , agama dan politik.
"Kita berduka cita atas meningalnya sang mastro semoga nilai keutaman hidup terus kita nyalakan dalam sanubari bangsa ini bersama sahabat ambyar," tutup Benny. [ham]



