telusur.co.id - Staf Khusus Menkominfo Zulfan Lindan mengakui radikalisme telah berkembang cepat di Indonesia, untuk itu, pemerintah mencegah ideologi ekstrim merasuki wilayah pemerintahan.
"Di luar Pancasila ada kelompok yang ingin mendirikan ideologi khilafah dengan pemerintahan Khalifah. Kalau dalam sudut pandang saya, itu ekstrim. Yang kita cegah ini yang ekstrim itu. Mungkin kalau tidak pakai isu itu tidak bermasalah," ungkap Zulfan.
Melihat betapa bahayanya ideologi itu, ia pun berharap, pencegahan ideologi ekstrim ini dilakukan disemua level khususnya di dunia pendidikan agama.
"Diharapkan pengajaran dan pemahaman yang positif. Jangan lagi kita bicara Islam seolah-olah perang dan pedang. Padahal, kehidupan nabi Muhammad membangun akhlakul karimah. Islam masuk ke Indonesia juga bukan dengan perang," katanya.
Seperti Malaysia, yang mengharuskan pendidikan agama dengan menggunakan Islam sunah wal jamaah.
"Saya kira pola pengajarannya atau pendidikan tentang Islam itu harus jelas. Malaysia pendidikan itu harus sunah wal jamaah. Ini penting. Kalau gak rusak. Anak didiknya dari kecil di ajarin pikiran macem-macem," ungkapnya lebih lanjut. [Ham]
laporan Eka Mutia



