telusur.co.id - Anggota Fraksi Partai Demokrat MPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, salah satu penyebab munculnya terorisme adalah faktor kesejahteraan. Semakin besar ketimpangan ekonomi di suatu masyarakat, semakin besar pula peluang munculnya terorisme.
Menurutnya, terorisme makin tumbuh subur, karena dunia pendidikan semakin jauh dari diskusi menyangkut ideologi. Pembelajaran ideologi di sekolah, dilakukan sebatas menghafal sila-sila dalam Pancasila, tanpa disertai makna yang tersembunyi di balik sila-sila tersebut.
“Kurikulum yang mengandung muatan budi pekerti, pendidikan moral Pancasila, kebangsaan, dan wawasan nusantara juga makin terpinggirkan. Sebagai gantinya, para siswa mencari ideologi lain dari luar melalui internet yang belum tentu sesuai dengan ideologi Pancasila,” kata Dede Yusuf dalam Diskusi bertajuk 'Paham Kebangsaan untuk Mencegah Terorisme' di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/11/19).
Oleh karena itu, kata Dede Yusuf, untuk membentengi diri dari berkembangnya radikalisme dan terorisme, dunia pendidikan harus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila, bukan memaksakannya. Selain itu, lanjut dia, menanamkan Pancasila di kalangan para siswa jangan hanya berupa hafalan. Tetapi, mempraktekkan bagagaimana menjadi manusia Pancasila yang baik dan benar.
“Penting bagi pemerintah menangani terorisme tidak dengan cara-cara kekerasan, yang hanya akan menyebabkan Islamophobia. Tetapi merangkul semua kelompok, karena semakin erat dirangkul semakin kuatlah bangsa ini,” pungkasnya. [Fhr]
Dede Yusuf : Terorisme Subur Karena Kurikulum Pancasila Terpinggirkan
Diskusi bertajuk 'Paham Kebangsaan untuk Mencegah Terorisme' di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/11/19). (Foto: telusur.co.id/Bambang Tri).



