DPR Minta Jokowi Jelaskan Apa yang Dimaksud 'Hidup Berdamai dengan Covid-19' - Telusur

DPR Minta Jokowi Jelaskan Apa yang Dimaksud 'Hidup Berdamai dengan Covid-19'

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Ist)

telusur.co.id - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengeritan terkait dengan apa yang dimaksud dengan "kita harus hidup berdamai dengan Covid-19". Sebab, kata Saleh, Corona adalah satu wabah penyakit yang saat ini paling ditakuti di seluruh dunia. 

"Kalau ada sesuatu yang bisa membuat kita hidup berdamai dengan Covid-19 ini, saya kira itu perlu dijelaskan lebih lanjut sehingga kita memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama terkait dengan itu," kata Saleh dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (8/5/20).

Selain itu, kata dia, Presiden Jokowi menginginkan agar kurva penyebaran virus corona ini turun pada bukan Mei ini, tetapi pada saat yang sama di penjelasan yang diberikan, Saleh melihat bahwa Jokowi masih mengakui bahwa PSBB itu belum diterapkan secara penuh, masih banyak masyarakat yang tidak menaati ketentuan yang ada di dalam PSBB. 

"Nah, itu artinya bahwa peluang dari penyebaran Covid-19 ini, itu masih sangat tinggi. Kalau peluang penyakit ini masih sangat tinggi, tentu ini pelru diwaspadai. Karena itu kan agak sulit untuk mengatakan bahwa ada cara bagi kita untuk hidup berdamai dengan corona," ungkap Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI itu.

Menurut dia, kalau secara umum, hidup berdamai dengan Covid-19 berarti kita tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Namun, Covid- 19 tetap hidup di tengah masyarakat.

"Kalau itu yang dimaksud ya, saya rasa riskan sekali. Dan itu tidak ada metodologi yang saya kira membenarkan cara seperti itu dalam menangani Covid-19," jelasnya.

"Kita tetap harus tetap mendesak pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang terukur, akademik dan betul-betul memang beroritenasi pada keselamatan, keamanan daripada rakyat Indonesia," sambungnya.

Karena tanpa itu, kata dia, sulit untuk memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat ini utuk hidup tenang dari ancaman penyebaran Covid-19 ini. Sebab, menurut dia, Covid-19 masih sangat menakutkan. 

"Jadi bagi sebagian orang dia (Covid-19) menjadi momok yang menakutkan dan itu harus ditangani dan diantisipasi betul oleh pemerintah," tuturnya.

Menurutnya, jika Pemeirntah mau melonggarkan transportasi publik dan juga mau membiarkan aktivitas masyarakat untuk buka kembali, itu harus betul-betul didasarkan atas pertimbangan rasional. Sebab, Saleh menilai, untuk saat ini belum aman untuk memberikan peluang bagi masyarakat kembali melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

"Karena menurut laporan Gugus Tugas, sampai sejauh ini saya melihat bahwa korban atau mereka yang positif terpapar Covid-19 ini masih banyak sekali," katanya.

Karena itu, ujar dia, pekerjaan rumah pemerintah utuk menangani ini juga banyak sekali. Jangan sampai dengan dilonggarkannya transportasi publik dan membuka peluang masyarakat untuk beraktivitas sebagaimana sebelumnya, itu justru membuka peluang semakin merebaknya virus corona di Indonesia.

"Lebih bagus menurut saya kita mengantisipasi sejak dini, daripada kita harus berupaya nanti mengobati, sementara jumlah yang akan diobati sangat besar sekali," tandasnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar