telusur.co.id - Pada hari Kamis (16/4/20) diberitakan 46 tenaga medis di RS Kariadi, Semarang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Sementara Jumat (17/4/20) diberitakan 150 tenaga medis di DKI Jakarta juga positif terinfeksi Covid-19.
"Dua hari ini kita mendengar kabar kurang mengenakkan, bahwa 46 tenaga medis di RS Kariadi Semarang dan 150 tenaga medis di DKI Jakarta positif terinfeksi Covid-19," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Sabtu (18/4/20).
Menurutnya, hampir bisa dipastikan penyebabnya adalah minimnya alat pelidung diri (APD). Kalau pun ada, kata dia, mungkin kualitasnya belum sesuai standar.
"Pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan APD layak untuk para tenaga medis dan tenaga pendukungnya di seluruh Indonesia," ujar dia.
Dia menambahkan, bahwa pemerintah telah mendistribusikan sekitar 600 - 700 ribu APD. Namun, pemerintah harus bisa memprediksi berapa jumlah total pasien yang nanti akan ditangani sampai pandemi ini benar-benar mereda.
Dia menuturkan, setiap tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 membutuhkan sekitar 10 APD per-hari dalam tugasnya, bahkan bisa juga 20 APD per hari, tergantung dari kualitas bahan dan jenis tugas para tenaga medis.
Karenanya, kata dia, perlu dipikirkan juga untuk menciptakan jenis APD yang aman dipakai sampai berkali-kali, untuk menghemat anggaran. Dihitung juga berapa lama prediksi pandemi ini di Indonesia. Setelah dihitung, itulah hasilnya yaitu jumlah APD yang harus disiapkan oleh pemerintah.
"Kementerian Perindustrian memprediksi 4 bulan ke depan, hingga Juli 2020, penanganan Covid-19 membutuhkan 12 juta paket APD. Jika kita hitung kasar saja pandemi Covid-19 ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2020, sebagaimana prediksi Presiden Jokowi pandemi akan berakhir saat itu, maka untuk mudahnya 12 juta dibagi 4 bulan dikalikan 9 bulan menjadi sekitar 27 juta paket APD yang dibutuhkan," terangnya.
"Sekitar 600 - 700 ribu paket yang telah disiapkan Pemerintah tentu masih jauh dari cukup. Jika harga APD Rp. 500 ribu / paket, maka anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp. 13.5 triliun," tandasnya. [Tp]



