telusur.co.id - Dari 168 siswa yang menjadi korban serangan tidak manusiawi oleh militer AS-Israel di Sekolah Dasar (SD) Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, sebanyak 69 identitas anak masih belum terkonfirmasi. Sedangkan 99 siswa lainnya kini telah diidentifikasi sepenuhnya dan namanya sudah diumumkan ke publik.
"Dia mengatakan bahwa 69 siswa lainnya masih belum ditemukan dan identitas mereka belum dikonfirmasi," kata Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Iran,
Hossein Sadeghi, dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Selasa (3/3/2026).
Untuk melengkapi identifikasi para siswa ini, Sadeghi menyampaikan, para keluarga perlu memberikan sampel DNA agar identifikasi pasti dapat dilakukan.
Diketahui, SD Putri di Minab menjadi sasaran serangan gabungan militer AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, sebagai bagian dari serangan yang lebih luas yang menargetkan berbagai lokasi sipil di seluruh negeri dan mengakibatkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.
Media dan pejabat pemerintah Iran mengutuk serangan terhadap infrastruktur Iran oleh AS dan rezim Israel, termasuk serangan terhadap SD di Shajareh Tayyebeh saat jam pelajaran berlangsung, yang menewaskan 168 anak tak berdosa dan melukai puluhan lainnya.[Nug]



