Iran Akan Jadikan Sekolah Putri yang Dibom di Minab sebagai Museum Peringatan - Telusur

Iran Akan Jadikan Sekolah Putri yang Dibom di Minab sebagai Museum Peringatan

Bom Amerika di sekolah. foto ist

telusur.co.id - Pemerintah Iran berencana menjadikan sekolah putri yang hancur akibat serangan di kota Minab sebagai monumen peringatan bagi para korban agresi yang dikaitkan dengan United States dan Israel.

Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Iran, Ali Darabi, pada Kamis (12/3) menyatakan bahwa kompleks sekolah tersebut akan diubah menjadi museum peringatan bagi para pelajar yang menjadi korban serangan.

“Kompleks ini akan menjadi ‘Museum Peringatan Para Martir Siswa’ untuk melestarikan kenangan mereka,” kata Darabi seperti dikutip dari portal informasi pemerintah Iran.

Sekolah tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan pada hari pertama operasi militer gabungan AS-Israel yang disebut Operation Epic Fury.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut sedikitnya 171 siswi tewas dalam serangan tersebut. Peristiwa itu juga memicu seruan dari United Nations agar dilakukan pertanggungjawaban atas serangan yang menewaskan banyak korban sipil tersebut.

Sementara itu, laporan media Amerika Serikat The New York Times menyebut bahwa bangunan sekolah tersebut diduga terkena rudal jelajah Tomahawk missile.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Tehran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan luas serta menewaskan banyak warga sipil, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan pencegahan untuk menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran. Namun, kemudian muncul pernyataan yang menunjukkan bahwa tujuan operasi tersebut juga terkait dengan upaya mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti


Tinggalkan Komentar