telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan telah berhasil menghancurkan gedung komando utama dan markas besar pangkalan udara AS di Bahrain dalam gelombang serangan balasan Operasi "True Promise-4."
Angkatan Laut IRGC melancarkan serangan drone dan rudal skala besar terhadap pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain, pada Selasa pagi (3/3/2026), dikutip dari Presstv TV.
IRGC menyatakan, dalam serangan ini, 20 drone dan 3 rudal menghantam target yang dituju, gedung komando utama dan markas besar pangkalan udara AS hancur, depot bahan bakarnya terbakar, dengan kobaran api dan asap yang menarik perhatian semua orang.
Pada Selasa pagi, gelombang ke-13 Operasi True Promise-4 diluncurkan oleh unit drone Angkatan Laut IRGC, yang menargetkan pangkalan Marinir AS di Lapangan Terbang Arifjan di Kuwait.
IRGC, dalam sebuah pernyataan menegaskan, musuh “harus memahami bahwa masa kejayaan mereka telah berakhir, dan mereka tidak akan menemukan keamanan, bahkan di dalam rumah mereka sendiri."
“Kepada dunia Islam dan para pencari kebebasan, kami menyatakan bahwa kami tidak akan menghentikan perjuangan kami sampai kehancuran tirani global dan Zionisme, dan kami akan membalas dendam kepada para penindas dan mereka yang berkuasa, dengan izin Tuhan,” tambahnya.
IRGC telah melakukan serangan balasan pada aset militer AS di negara-negara regional dan terhadap target di wilayah pendudukan Israel sejak akhir pekan ketika AS dan Israel memulai perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran.[Nug]



