Iran Kecam Tewasnya Jurnalis Amal Khalil, Sebut Upaya Bungkam Kebenaran - Telusur

Iran Kecam Tewasnya Jurnalis Amal Khalil, Sebut Upaya Bungkam Kebenaran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei

telusur.co.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan kecaman keras atas tewasnya jurnalis Lebanon, Amal Khalil, yang disebutnya sebagai tindakan brutal untuk membungkam kebenaran dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui X pada Kamis, Baqaei menilai pembunuhan tersebut bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola kekerasan sistematis terhadap jurnalis. Ia menegaskan bahwa penargetan pekerja media merupakan kejahatan perang yang mencederai prinsip kemanusiaan.

“Amal Khalil bukan hanya sebuah nama—ia adalah suara bagi mereka yang tak bersuara. Kini suara itu dibungkam karena mengungkap kebenaran,” ujarnya.

Baqaei juga menuding bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan upaya lebih luas untuk menghapus populasi dan memperluas ambisi teritorial. Ia mendesak komunitas internasional agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas.

“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Lebanon dan semua pihak yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah Lebanon menuduh Israel melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atas serangan yang menewaskan Khalil dan melukai rekannya, Zeinab Faraj. Insiden tersebut terjadi di desa al-Tayri, Lebanon selatan, saat keduanya tengah meliput dampak serangan udara sebelumnya.

Menurut laporan, serangan tersebut merupakan “double strike” yang menyasar korban saat berupaya mencari perlindungan. Khalil dilaporkan tewas di lokasi, sementara Faraj mengalami luka-luka.

Amal Khalil, yang lahir pada 1984 di wilayah selatan Lebanon, dikenal sebagai jurnalis yang konsisten meliput konflik sejak perang 2006. Dalam laporan-laporan terbarunya, ia menyoroti dampak penghancuran rumah warga di desa-desa yang terdampak operasi militer Israel.

Peristiwa ini kembali memicu sorotan internasional terhadap keselamatan jurnalis di wilayah konflik, sekaligus memperkuat desakan agar perlindungan terhadap pekerja media ditegakkan secara nyata.


Tinggalkan Komentar