telusur.co.id - Penasehat Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro), M. Qodari, menilai foto bertiga Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Maruf Amin di Tangga Istana Negara saat Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri, banyak makna. Menurutnya, foto tersebut bermakna Prabowo adalah penerus pak Maruf.
"Penilaian Qodari itu kiranya berdasarkan persepsinya. Namanya persepsi tentu sangat personal," ujar M. Jamiluddin Ritonga,
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Kamis.
Karena Qodari sudah memframe Jokowi dan Prabowo pasangan yang pas untuk Pilprea 2024, maka gejala apapun yang mendekati framenya itu akan dijadikan pembenaran. Kebetulan foto bertiga tersebut menguatkan frame Qodari.
Jadi, gejala apa pun yang sejalan dengan framenya, akan digunakan Qodari untuk menjustifikasi penilaiannya.
"Pola pikir seperti itu oleh peneliti Bikuwata disebut logika diemper-emper. Dengan logika ini, seseorang sudah mempunyai penilaian."
Untuk membenarkan penilaiannya, dicarilah gejala yang mendukung saja, sementara gejala yang tidak mendukung diabaikan atau disimpan. Berdasarkan gejala yang dicocok-cocokkan inilah seseorang lalu menyimpulkan kebenaran penilaiannya.
Semoga Qadari tidak menggunakan logika diemper-emper untuk membenarkan keinginannya mengajukan Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024. Sebab, berpikir seperti itu sangat bias dan berbahaya bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.
"Sudahlah iklaskan Jokowi cukup dua periode, sebagaimana sudah sering dikemukakan Jokowi sendiri. Kan capek terus mencari pembenaran hanya untuk menggolkan presiden toga periode," tandasnya. [ham]



