telusur.co.id -Presiden Joko Widodo mengatakan, kerukunan antar agama tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan kesadaran bersama dan saling menghormati serta tidak memberikan ruang timbulnya saling curiga yang akan menghancurkan persatuan bangsa.
"Forum kerukunan umat bergamaa merupalan miniatur bangsa indonesia dan saya berharap tidak ada satupun yang ditinggalkan maupun dipinggirkan. Harus bisa mengayomi," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), secara virtual, ditulis Rabu (4/11/20).
Jokowi berpesan bahwa pemerintah harus mendukung dalam menyemai nilai-nilai moderasi beragama.
Apalagi, tantangan hidup beragama kian berat ditengah adanya media sosial membawa hoax dan ujaran kebencian. Ini dibutuhlan figur agama yang mempersatuakan dan mejaga persatuan.
Senada dengan Jokowi, Menteri Agama Fachrul Razi pada saat membuka acara rapat koordinasi ini menegaskan bahwa Keragaman merupalan takdir yang merupakan pemberian tuhan untuk diterima. Selain itu juga harus menghargai pemeluk agama lain.
"Semua pemeluk agama harus berpandangan berpendapat agama yang dipeluknya adalah agama yang paling benar dan baik. Tapi harus menghargai penganut agama lain yang berpandangan serupa," jelas Fachrul.
Senada, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny menjelaskan bahwa untuk menjaga keragaman bangsa ini harus mengaplikasikan nilai Pancasila.
"Untuk menjaga keberagaman kita adalah mengaplikasikan nilai Pancasila," jelas Benny.
Terkait era digitalisasi, menurut Benny, yang bahaya di era ini adalah lemahnya narasi dan tidak ada budaya kritis.
"Kemajuan teknologi ini banyak lemahnya narasi dan literasi. Selain itu, budaya kritis mati sehingga masyatakat tak jarang menerima informasi tanpa memfilternya terlebih dahulu," tegas Benny.
Benny menekankan bahwa penting disini tokoh agama yang bisa menyuarakan nilai Pancasila.
"Perlunya role model dalam menyeruakan nilai Pancasila dan Tokoh agama berperan penting disini," tegasnya
Terakhir, Benny menjelaskan bahwa FKUB merupakan rumah indonesia memberikan peranan dan tempat bagi semua umat beragama untuk berkomunikasi dan merawat kerukunan serta tidak mengenal dominasi. Diharapkan para pengurus menjadi negarawan yang bisa menjaga persatuan dan membatinkan Pancasila.[Fhr]



