telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Rizky, menyoroti sejumlah hambatan dalam pengembangan sektor pariwisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang dinilai belum berjalan optimal meski memiliki potensi besar.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu, 12 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, M. Rizky mengungkapkan bahwa berbagai persoalan masih menjadi penghambat utama, mulai dari kendala teknis dan administratif, khususnya dalam proses perizinan, hingga persoalan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pengelolaan potensi wisata, bahkan turut berkontribusi terhadap menurunnya tingkat kunjungan wisatawan di kawasan Puncak.
“Potensi pariwisata di Puncak sangat besar, tetapi masih terkendala oleh berbagai persoalan, terutama terkait perizinan dan tata kelola yang belum optimal,” ujar M. Rizky.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata, padahal peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas destinasi wisata.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat setempat.
“Pengembangan pariwisata harus melibatkan semua pihak. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Selain itu, M. Rizky menekankan pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik dalam setiap proses pembangunan pariwisata, agar tidak didominasi oleh kepentingan tertentu dan tetap berorientasi pada kepentingan publik.
Ia juga mendorong adanya penyederhanaan proses perizinan serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan guna mempercepat pengembangan sektor pariwisata.
“Perlu ada langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola, mulai dari penyederhanaan perizinan hingga penguatan koordinasi, agar sektor pariwisata bisa berkembang lebih optimal,” tambahnya.
Melalui kegiatan pengawasan ini, diharapkan pengembangan pariwisata di kawasan Puncak dapat berjalan lebih terarah, transparan, serta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. (VC)



