telusur.co.id – Presiden Joko Widodo menegaskan akan 'menggigit' siapa saja yang mencoba menghalangi pemerintah menekan impor-impor seperti bahan bakar minyak (BBM) hingga minyak mentah.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan pada Acara Perayaan HUT ke-8 Partai Nasdem Tahun 2019, di JI-Expo Convention Center and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin malam.
“Saya sudah sampaikan kepada Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju bahwa urusan impor, urusan ekspor harus kita lihat secara detail, secara rinci, biar penyakitnya bisa kita diagnosa secara detail,” kata Jokowi
Jokowi meyakini apabila ada konsistensi yang terus-menerus, penyakit ini akan bisa diselesaikan dalam waktu 3-4 tahun yang akan datang. Untuk itu, ia minta impor minyak, kurangi. Produksi minyak di dalam negeri, tingkatkan dan refinery bangun.
Produksi B20, B30 sampai nanti akhirnya B100, jalankan. Presiden mengingatkan, jangan sampai ada yang main-main dengan yang disampaikannya itu. Ia menegaskan, tidak mau gempar impor terus.
“Sekali lagi saya sampaikan dimana-mana, di dalam rapat internal juga, jangan ada yang coba-coba menghalangi saya dalam menyelesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti akan saya gigit dengan cara saya,” tegas Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta dukungan, bahwa pemerintah akan melakukan Omnibus Law untuk undang-undang cipta lapangan kerja yang berkaitan dengan investasi.
Ia menyebutkan, ada 70 undang-undang yang nanti akan dimintakan revisi menjadi satu UU.
“Ini memang belum pernah terjadi di Republik kita tetapi ini akan kita lakukan sehingga kecepatan kita bertindak, kecepatan kita dalam memutuskan betul-betul akan didukung apabila undang-undang yang satu ini nanti bisa selesaikan,” tandasnya. [Tp]



