telusur.co.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengeluarkan pernyataan keras terhadap negara-negara Eropa, khususnya Inggris dan Jerman, terkait dukungan mereka terhadap sanksi ilegal terhadap Iran yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Baqaei mendesak negara-negara tersebut untuk menahan diri dari bersekutu dengan AS dalam upaya menekan rakyat Iran melalui sanksi yang dianggapnya tidak sah dan tidak adil.
Dalam komentarnya, Baqaei menuduh beberapa negara Eropa memanipulasi kerangka hak asasi manusia (HAM) untuk memberikan tekanan pada negara-negara berkembang, dengan memimpin resolusi anti-Iran di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai resolusi tersebut sebagai tidak sah secara hukum, dengan dasar yang tidak jelas dan berlandaskan tuduhan yang tidak berdasar, serta generalisasi yang luas. Baqaei menyatakan bahwa klaim-klaim yang diajukan sering kali berasal dari sumber anonim, yang membuatnya meragukan keabsahannya.
Lebih lanjut, Baqaei mengkritik negara-negara tersebut atas catatan hak asasi manusia mereka sendiri, menyebutkan kekerasan yang terjadi di Gaza dan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel di Suriah dan Lebanon. Ia menilai bahwa negara-negara ini, yang sering mengkritik Iran, tidak memiliki posisi moral untuk mengajarkan negara lain tentang hak asasi manusia.
Baqaei khususnya menyoroti peran Inggris dan Jerman sebagai pemasok senjata besar bagi Israel, yang menurutnya turut bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi di Gaza. Ia mengecam komentar kontroversial dari Menteri Luar Negeri Inggris yang mengklaim bahwa genosida di Gaza bisa menyebabkan korban jiwa hingga jutaan orang. Selain itu, ia juga mengkritik Menteri Luar Negeri Jerman yang dianggapnya mendukung pembantaian warga Palestina yang tidak bersalah.
Juru bicara Iran itu menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menegakkan hak asasi manusia dan kebebasan sesuai dengan konstitusi Iran dan perjanjian internasional yang berlaku. Ia juga menyatakan bahwa Iran akan terus bekerja sama dengan mekanisme hak asasi manusia PBB dan berkomitmen pada kemajuan global dalam bidang ini, meskipun menghadapi tekanan internasional.
Dengan pernyataan tersebut, Baqaei memperingatkan negara-negara Eropa untuk tidak terlibat lebih lanjut dalam upaya yang ia anggap sebagai manipulasi hak asasi manusia untuk kepentingan politik tertentu, sambil menegaskan bahwa Iran akan terus melanjutkan upayanya untuk melindungi hak-hak rakyatnya.[]