Kang Rachmat Dorong Generasi Z Jadi Pelaku Demokrasi yang Kritis dan Beretika - Telusur

Kang Rachmat Dorong Generasi Z Jadi Pelaku Demokrasi yang Kritis dan Beretika

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Mamat Rachmat

telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Mamat Rachmat mendorong generasi Z untuk tidak hanya menjadi penonton demokrasi, tetapi tampil sebagai pelaku aktif yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMAN 7 Bandung, Rabu (4/2/2026).

Kang Rachmat menilai generasi Z memiliki posisi strategis dalam masa depan demokrasi Indonesia. Dengan kedekatan mereka pada teknologi dan media sosial, Gen Z memiliki ruang besar untuk menyuarakan pendapat, membentuk opini, sekaligus mengawal kebijakan publik.

“Generasi Z hari ini bukan generasi pasif. Adik-adik ini aktif, kritis, dan cepat merespons isu. Tinggal bagaimana semua itu diarahkan agar menjadi kekuatan positif bagi demokrasi,” ujar Kang Rachmat.

Ia menekankan bahwa kebebasan berekspresi yang dimiliki Gen Z harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. Demokrasi, menurutnya, memberi ruang kritik dan perbedaan pendapat, namun tidak membenarkan ujaran kebencian, hoaks, atau serangan personal.

“Boleh mengkritik kebijakan, boleh tidak setuju, tapi harus berbasis data, disampaikan dengan cara yang santun, dan tidak melanggar hukum,” tegasnya.

Dalam konteks media sosial, Kang Rachmat mengingatkan bahwa ruang digital kini menjadi arena demokrasi baru bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital menjadi kunci agar Gen Z tidak mudah terjebak pada informasi menyesatkan atau tekanan opini kelompok.

Selain itu, Kang Rachmat juga mengajak para pelajar untuk mulai mempersiapkan diri sebagai pemilih pemula di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya memilih berdasarkan gagasan, kapasitas, dan rekam jejak, bukan karena ikut-ikutan atau tekanan lingkungan.

“Demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang cerdas. Gen Z harus berani punya pendirian dan tidak mudah diarahkan,” katanya.

Kegiatan pendidikan demokrasi ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan pelajar, sekaligus sarana membangun kesadaran bahwa demokrasi bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan nilai yang hidup dalam keseharian.

Kang Rachmat berharap, melalui penguatan pendidikan demokrasi sejak sekolah, generasi Z Jawa Barat dapat tumbuh sebagai generasi yang berani berpikir kritis, aktif menyampaikan aspirasi, serta mampu menjaga demokrasi dengan cara yang bermartabat. (VC)


Tinggalkan Komentar