Kang Rachmat Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini kepada Pelajar SMAN 7 Bandung - Telusur

Kang Rachmat Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini kepada Pelajar SMAN 7 Bandung

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Mamat Rachmat

telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Mamat Rachmat menegaskan pentingnya pendidikan demokrasi bagi generasi muda sebagai bekal menjadi warga negara yang kritis, berkarakter, dan bertanggung jawab. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi yang digelar di SMAN 7 Bandung, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas DPRD Provinsi Jawa Barat dalam memberikan pemahaman demokrasi kepada pelajar, khususnya generasi Z yang ke depan akan menjadi pemilih pemula sekaligus calon pemimpin masa depan.

Dalam pemaparannya, Kang Rachmat menekankan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan politik praktis atau pemilu, melainkan nilai kehidupan yang harus dipahami dan dipraktikkan sejak dini. Demokrasi, menurutnya, adalah ruang kebebasan berpikir, menyampaikan pendapat, serta menghargai perbedaan dalam koridor hukum dan etika.

“Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin. Demokrasi adalah bagaimana kita menghargai pendapat orang lain, berani menyampaikan kritik, dan menerima hasil keputusan bersama dengan sikap dewasa,” ujar Kang Rachmat di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan bahwa sekolah merupakan ruang paling dekat bagi pelajar untuk mempraktikkan demokrasi, salah satunya melalui pemilihan Ketua OSIS. Proses penyampaian visi-misi, pemungutan suara, hingga menerima hasil pemilihan merupakan bentuk nyata pendidikan demokrasi yang relevan dengan kehidupan siswa.

Selain itu, Kang Rachmat juga mengajak pelajar untuk mempersiapkan diri sebagai pemilih pemula yang cerdas dan mandiri. Ia menekankan pentingnya memilih berdasarkan kapasitas, gagasan, dan rekam jejak, bukan karena tekanan atau pengaruh pihak tertentu.

“Kelak ketika adik-adik menjadi pemilih, jangan mau dipaksa. Pilihlah berdasarkan keyakinan dan pertimbangan sendiri, karena suara kalian menentukan arah masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Rachmat juga menyinggung pentingnya etika dalam kebebasan berpendapat, termasuk di media sosial. Menurutnya, demokrasi memberi ruang kritik, namun tetap harus dijalankan dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

Kegiatan pendidikan demokrasi ini disambut antusias oleh pihak sekolah dan siswa. Melalui dialog terbuka, para pelajar diajak memahami demokrasi secara kontekstual, dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus relevan dengan tantangan kebangsaan ke depan.

Kang Rachmat berharap, pendidikan demokrasi di sekolah dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan kepemimpinan. (VC)


Tinggalkan Komentar