Kata Menteri Luar Negeri Oman: Iran Sepakati Larangan Penimbunan Uranium - Telusur

Kata Menteri Luar Negeri Oman: Iran Sepakati Larangan Penimbunan Uranium

Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi. foto Reuters

telusur.co.id - Iran setuju untuk tidak menimbun uranium yang diperkaya dalam pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat, menurut Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi, yang menyebut perkembangan tersebut sebagai terobosan besar dalam upaya diplomatik.

Al Busaidi mengatakan, semua isu dalam kesepakatan antara Iran dan AS dapat diselesaikan “secara damai dan komprehensif” dalam beberapa bulan. “Kesepakatan perdamaian berada dalam jangkauan kita… jika kita memberi diplomasi ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya,” ujar Al Busaidi dalam wawancara dengan CBS News di Washington, DC, usai Oman menjadi perantara putaran ketiga pembicaraan tidak langsung di Jenewa pada Kamis.

Menteri Oman menekankan bahwa terobosan utama adalah kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki material nuklir yang dapat digunakan untuk membuat bom. “Sekarang kita berbicara tentang nol penimbunan, dan itu sangat, sangat penting karena jika Anda tidak dapat menimbun material yang diperkaya, maka tidak mungkin Anda dapat membuat bom,” katanya.

Iran juga bersedia menurunkan persediaan material nuklir saat ini ke “tingkat terendah yang mungkin”, dengan rencana mengubahnya menjadi bahan bakar yang tidak bisa diubah kembali menjadi bahan nuklir. Selain itu, Al Busaidi menegaskan akan ada “verifikasi penuh dan komprehensif oleh IAEA [Badan Energi Atom Internasional]”, badan pengawas nuklir PBB.

Mengenai program rudal Iran, Al Busaidi mengatakan Teheran terbuka untuk membahas semua isu. Ia menekankan bahwa meskipun masih ada detail yang harus diselesaikan, “gambaran besarnya adalah kesepakatan ada di tangan kita.”

Komentar ini disampaikan setelah Al Busaidi bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance, sementara Presiden Donald Trump tetap mengancam sambil menyatakan mendukung solusi diplomatik dengan Teheran. Trump mengatakan ia “tidak begitu senang” dengan pembicaraan terakhir di Jenewa dan menegaskan Iran “seharusnya membuat kesepakatan”. Ia menambahkan, “Mereka akan cerdas jika mereka membuat kesepakatan” dan menekankan bahwa AS lebih memilih untuk tidak menggunakan kekuatan militer, “tetapi terkadang Anda harus melakukannya.”

Pertemuan tidak langsung selanjutnya antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada hari Senin di Wina, Austria, untuk melanjutkan negosiasi. 

Aljazeera


Tinggalkan Komentar