Telusur.co.id -Kementerian Pertanian melalui salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yaitu Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Siborongborong bersiap melepas rumpun kerbau perah baru yang dikembangkan di UPT tersebut.
Kerbau perah yang diberi nama Kerbau Perah Silangit tersebut merupakan hasil seleksi alam dari tiga karakteristik rumpun kerbau yaitu Nili-Ravi, Surti, dan Murrah.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, PKH, Kementan, Sugiono mengatakan, karakteristik khas kerbau Silangit berbeda dengan kerbau perah yang ada di Indonesia. Yaitu, memiliki gelambir dada, tanduk spiral, dahi seperti memiliki sorban, ujung ekor putih, dan warna tubuh dominan hitam.
”Karakteristik tersebut merupakan gabungan dari karakter tiga rumpun kerbau yang menjadi keunikan kerbau perah Silangit dan perlu dicatat lebih mendalam oleh tim pengumpul data kualitatif dan kuantitatif,” kata Sugiono dalam keterangannya, Selasa (16/7/19).
Sugiono melanjutkan, program pengembangan kerbau Perah Silangit perlu disampaikan dalam proposal lengkap agar dapat diketahui secara pasti bahwa program pemuliaan Kerbau Perah Silangit tidak berhenti setelah mendapatkan SK Menteri Pertanian.
Menurut Sugiono, pengajuan proposal pelepasan menjadi bukti komitmen balai dalam perbaikan manajemen perbibitan dan pemeliharaan kerbau perah. Komitmen dari pimpinan sampai pada pemelihara ternak ini akan terus di jaga agar proses pemuliaan melalui kegiatan pencatatan hasil seleksi dan culling memberikan peningkatan mutu genetik yang berkelanjutan.
“Kerbau Perah Silangit ini akan menjadi salah satu rumpun kerbau perah di Indonesia yang menjadi kebanggaan BPTU HPT Siborongborong,” imbuhnya.
“Rumpun Kerbau perah ini akan menambah daftar ternak lokal yang dilepaskan oleh Kementerian Pertanian. Saat kementerian pertanian telah melepaskan 12 rumpun baru dan melepas 63 rumpun ternak Lokal,” pungkasnya. [Ham]



