Kemlu RI Kecam Serangan Israel ke Rafah - Telusur

Kemlu RI Kecam Serangan Israel ke Rafah


telusur.co.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras serangan militer Israel ke Kota Rafah di Gaza, serta penguasaan atas perbatasan Rafah di sisi Palestina, yang juga berbatasan dengan Mesir.

"Setiap upaya pemindahan paksa atau pengusiran warga Palestina, termasuk dari Rafah, tidak dapat diterima karena tindakan tersebut merupakan puncak kejahatan terhadap kemanusiaan,” sebut pernyataan dari Kemlu RI, pada Rabu (8/5/24).

Indonesia juga menegaskan kembali seruan untuk segera mewujudkan gencatan senjata permanen di Gaza dan menghapuskan semua hambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

"Komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, harus segera menghentikan kejahatan brutal Israel dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar,” bunyi pernyataan itu.

Militer Israel dilaporkan mulai melakukan serangan ke Rafah, terutama di bagian timur pada Senin malam kemarin. 

Saat bersamaan, kelompok pejuang Palestina, Hamas, juga telah menyetujui proposal gencatan senjata Jalur Gaza yang diajukan Qatar dan Mesir.

"Serangan tersebut terus terjadi dalam 30 menit," lapor sejumlah koresponden media yang ada di Rafah, dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, Israel baru saja mengeluarkan perintah evakuasi segera kepada warga Palestina dan pengungsi lainnya, untuk keluar dari Rafah. 

Setidaknya ada sekitar 1,4 juta warga Palestina yang mengungsi dari berbagai wilayah di Gaza, ke Rafah, akibat serangan Israel.

"Tentara Israel memperluas zona kemanusiaan di Al-Mawasi dan meminta warga Palestina untuk sementara mengungsi dari Rafah timur ke zona kemanusiaan tersebut,” sebut juru bicara militer Israel Avichay Adraee.

Perluasan zona kemanusiaan ini diklaim Israel meliputi tenda tempat tinggal sementara, rumah sakit lapangan, makanan, air, obat-obatan serta perbekalan lainnya dalam jumlah besar.

"Tentara juga mengizinkan kolaborasi dengan organisasi internasional tertentu dan negara-negara lain untuk memperluas cakupan bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Jalur Gaza," tuturnya.

Namun, Adraee menegaskan bahwa proses perluasan zona kemanusiaan itu akan dilakukan bertahap.[Fhr]
 


Tinggalkan Komentar