telusur.co.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendorong pemerintah untuk membuat beberapa skenario strategi dalam menentukan kebijakan ekonomi jangka pendek dan jangka menengah. Karena pandemi virus Corona ini belum diketahui secara pasti kapan berakhirnya.
"Pandemi COVID-19 masih belum diketahui kapan akan selesai, sehingga menyebabkan situasi ekonomi dan sosial dunia mengalami ketidakpastian," kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (6/5/20).
Politikus Partai Golkar ini menyarankan, untuk mengatasi perlambatan ekonomi, pemerintah perlu terus berupaya menangkal dampak negatif dari pandemi, terutama di sektor ekonomi dan kesehatan.
Sektor ekonomi seperti kinerja ekspor dan impor yang menjadi komponen produk domestik bruto (PDB). Hal ini, menurut dia, perlu dipantau agar tidak memperburuk keadaan ekonomi Indonesia saat ini.
Kemudian, pemerintah mesti terus fokus pada upaya pengurangan korban jiwa akibat COVID-19, misalnya dengan penekanan pada stimulus sektor kesehatan dan bantuan sosial atau kesejahteraan bagi masyarakat terdampak pandemi.
Bantuan dan asuransi sosial kepada seluruh masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan juga bisa diberikan pemerintah untuk menahan laju perlambatan ekonomi. Bantuan juga harus diberikan kepada industri yang memiliki kesulitan untuk membayar kredit atau cicilan.
"Pemerintah dapat bekerja sama dan memberdayakan para lembaga donor internasional untuk berbagai urusan pembiayaan yang telah disepakati," kata dia.
Ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan relokasi anggaran yang sebelumnya diperuntukkan untuk program-program lain yang saat ini menjadi tidak terlalu urgen, untuk membantu penanganan COVID-19.
Sektor lainnya yakni pangan juga memerlukan perhatian, karena jumlah produksi pangan yang diperdagangkan semakin terbatas, baik dalam negeri maupun perdagangan internasional, terutama beras.
Bamsoet menilai perlu penguatan industri dalam negeri terutama industri alat kesehatan demi mengantisipasi meningkatnya wabah COVID-19 di waktu mendatang. Kemudian, pemerintah dan Bank Indonesia perlu menjaga suku bunga dan inflasi untuk pemulihan ekonomi.
"Dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona perlu mengedepankan keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi," ujarnya.[Fhr]



