telusur.co.id - Pendidikan yang diajarkan di sekolah tidak sekedar mendidik dan mengajarkan agar orang menjadi ahli dan kemudian bekerja. Proses belajar mengajar di sekolah juga bukan hanya untuk mendidik agar berilmu. Karena berilmu saja tidak cukup, para peserta didik juga harus diajari karakter.
Begitu disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Pengajian Akbar memperingati Milad 101 SD Muhammadiyah Suronatan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (14/12).
"Sekolah bukan pabrik, sekolah bukan perusahaan, dan sekolah bukan balai. Sekolah adalah lembaga pendidikan untuk mendidik anak berkarakter, berakhlak mulia, mempunyai budi pekerti, tumbuh akal budinya tetapi juga berilmu dan berkeahlian ," ujarnya.
Haedar menyampaikan bahwa sekolah dirancang sebagaimana cita-cita kebangsaan yaitu "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa".
"Yang cerdas itu bukan hanya otaknya, tetapi akal budinya, akhlaknya, dan peran sosialnya," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Haedar menyampaikan beberapa pesan. Kepada para siswa Haedar mengingatkan lagi tentang Janji Pelajar Muhammadiyah, 1. Berjuang Menegakkan Ajaran Islam, 2. Patuh kepada Orang Tua dan Guru, 3. Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu, 4. Bekerja Keras, Mandiri, dan Beprestasi, 5. Bekerjasama dan Menolong Sesama, 6. Siap Menjadi Kader Muhammadiyah dan Bangsa.
"Enam hal itu harus menjadi bagian dari semangat anak-anak SD Muhammadiyah Suronatan, apalagi yang mendirikan langsung KH Ahmad Dahlan,” tandas Haedar.
Oleh karena itu, siswa didikan Muhammadiyah harus mempersiapkan diri karena akan meneruskan generasi yang akan datang.
Haedar menyebut pendidikan menurut KH Ahmad Dahlan yaitu mendidik orang menumbukan aqlu salim (akal yang jernih) dan budi pekerti yang luhur tetapi juga berpikiran maju. “Maka nanti di lembaga pendidikan kita, berpikiran maju harus menjadi bagian di dalamnya,” kata Haedar.
Selain itu, Haedar juga berpesan kepada orang tua harus bersabar mengarahkan anaknya dan tidak memaksakan kehendak. Perlu menyelaraskan keinginan anak dan permintaan orang tua. “Jangan bikin mereka persis seperti kita, kecuali tentang akhlak, keimanan, dan hal-hal mendasar dalam hidup," tandasnya dilansir dari website resmi Muhammadiyah.[Fh]



