telusur.co.id - Partai NasDem terus berkomitmen dan konsisten melanjutkan gerakan NasDem Peduli guna melawan pandemi Covid-19 yang eskalasi penyebarannya terus meninggi.
"Fakta terbaru, jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh memang lebih besar daripada yang meninggal. Namun realita ini tidak boleh membuat kita lengah, apalagi sampai berpuas diri," kata Ketua DPP Partai NasDem Bidang Media dan Komunikasi Publik Charles Meikyansah dalam pernyataan persnya di Jakarta, Senin (20/4).
Kasus positif Covid-19 sampai dengan Senin (20/4) siang sebanyak 6.760 pasien. Yang meninggal tercatat ada 590 orang, sedangkan yang sembuh sebanyak 747 orang.
Dilatarbelakangi realita itulah, sambung Charles, sebagai upaya penanggulangan wabah Covid-19, Partai NasDem terus turun tangan memberi bantuan perlindungan kepada masyarakat.
Dijelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk pembagian masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfekfan, sosialisasi kesehatan hingga tenaga medis dan ambulans.
Secara pribadi, Surya Paloh, ketua umum Partai NasDem, pada Minggu, 23 Maret 2020, telah mendedikasikan hotel miliknya untuk digunakan pemerintah dalam mengatasi wabah virus ini.
Menurut Charles, apa yang dilakukan Surya Paloh, menginspirasi dan memotivasi para kader partai, baik yang duduk di DPR, DPRD, DPW, DPD hingga DPRt NasDem untuk melakukan hal yang serupa dalam wujud yang berbeda.
"Wabah Covid-19 adalah masalah kita bersama. Merealisasikan gerakan NasDem Peduli, kami tidak memandang masyarakat mana yang kami bantu atau prioritaskan. Semua sama. Ini bencana nasional," tegas Charles.
Gerakan NasDem Peduli sudah dilakukan sejak 6 Februari lalu, walau ketika itu virus corona belum ramai di Indonesia. Ketika itu, bantuan diberikan kepada para penumpang kereta api di Stasiun Gambir dan penumpang pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Ini menunjukkan Partai NasDem sejak awal sudah menyadari bahaya dari virus ini. Sudah sejak awal Februari lalu kami turun tangan berupaya melakukan pencegahan dan perlindungan kepada masyarakat."
Bahkan, tambah Charles, NasDem juga mengusulkan agar gaji para anggota DPR dipotong 50% untuk melawan corona. “Alhamdulillah usulan itu mendapat respons positif. Separuh gaji anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem sejak April lalu kami berikan untuk membantu mengatasi wabah ini,” kata Charles.
Aksi nyata juga dilakukan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem di berbagai daerah. “Kami ingin ada, hadir untuk masyarakat. Sekalipun banyak yang telah kami lakukan untuk mencegah virus ini, kami mohon maaf bila belum semua masyarakat bisa kami jangkau,” ungkap Charles yang juga anggota Komisi IV DPR RI.
Aksi nyata dilakukan hampir setiap hari di berbagai wilayah Indonesia. Sejak Jumat (17/4) hingga Selasa (21/4) besok, Badan Rescue NasDem bahkan melayani masyarakat di Kepulauan Seribu dengan melakukan rapid test guna mendeteksi sedini mungkin penyebaran Covid-19.
Penyemprotan disinfektan, pembagian masker, pemberian hand sanitizer, alkohol, alat pelindung diri (APD), sarana cuci tangan (wastafel), hingga pembagian paket sembako sampai hari ini terus dilakukan para kader lewat NasDem Peduli, merata di 34 provinsi.
Charles menjelaskan, sampai akhir pekan lalu, "kami telah membagikan 225.000 paket sembako, cairan disinfektan 800.000 liter, bahkan uang tunai yang totalnya sekitar Rp9,4 miliar."
Legislator NasDem itu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama menghadapi virus ini. “Mulai dari diri sendiri dan keluarga. Rajin mencuci tangan, lakukan social/physical distancing serta arahan lain dari pemerintah. Kita harapkan, virus ini bisa segera teratasi,” harapnya.
Dia menambahkan, setelah kasus Covid-19 ditetapkan sebagai bencana nasional, para kader partai akan terus melakukan aksi NasDem Peduli hingga penyebaran virus ini tuntas teratasi. "Sekali lagi, ini masalah kita bersama, masalah bangsa," tegasnya. [ham]



