Literasi Keuangan Jadi Kunci UMKM Berkembang, Kang AW Soroti Kesalahan yang Masih Sering Terjadi - Telusur

Literasi Keuangan Jadi Kunci UMKM Berkembang, Kang AW Soroti Kesalahan yang Masih Sering Terjadi

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya

telusur.co.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara tertib dan bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Asep saat menghadiri kegiatan sosialisasi bertajuk "Kewirausahaan dan Literasi Keuangan" yang diselenggarakan bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) di Hotel Duta Berlian, Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan itu diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kelompok UMKM di Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Asep menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi ekonomi yang besar melalui berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner, perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif.

Namun, menurut politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V itu, potensi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, memanfaatkan teknologi, serta menjalankan usaha secara disiplin.

"Usaha tidak harus langsung besar, tetapi sejak awal harus dibangun dengan cara yang benar. Pelaku usaha harus mengetahui siapa konsumennya, apa kebutuhan pasar, dan bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan," ujar Asep.

Soroti Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan UMKM

Asep juga menyoroti salah satu persoalan yang masih banyak dihadapi pelaku UMKM, yakni kebiasaan mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Selain itu, masih banyak pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin dan belum memahami perbedaan antara omzet, laba, serta kas yang tersedia.

"Omzet besar belum tentu berarti untung. Karena itu, setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat, uang usaha harus dipisahkan dari uang pribadi, dan penggunaan kredit harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan produktif," tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik menjadi fondasi penting agar usaha dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Peserta Merasa Mendapat Ilmu Baru

Salah seorang peserta, Nana, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan materi yang disampaikan membantunya memahami pentingnya memisahkan uang usaha dan uang pribadi, mencatat setiap transaksi, serta mengelola keuntungan secara lebih terencana agar usaha dapat terus berkembang.

BTN Dinilai Berperan Penting Dukung UMKM

Dalam kesempatan itu, Asep juga menilai BTN memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai layanan, mulai dari transaksi perbankan, pembiayaan usaha, digitalisasi layanan, hingga edukasi literasi keuangan.

Ia berharap kolaborasi antara DPR RI dan BTN dapat terus mendorong lahirnya pelaku usaha yang semakin mandiri, profesional, dan mampu memperkuat perekonomian daerah.

"Wirausaha mengajarkan masyarakat menghasilkan nilai ekonomi, sedangkan literasi keuangan memastikan nilai tersebut dapat dikelola dan dikembangkan," pungkas Asep.


Tinggalkan Komentar