telusur.co.id - Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan perhatian lebih kepada kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Penguatan peran kader dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026), saat membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) APBN Tahun Anggaran 2025.
Menurut Netty, transformasi layanan kesehatan primer tidak bisa hanya mengandalkan puskesmas. Pemerintah juga harus memastikan kader Posyandu memperoleh dukungan, pembinaan, dan perhatian yang memadai agar mampu menjalankan tugas yang terus bertambah.
Ia mengungkapkan, keluhan tersebut diperoleh setelah berdialog langsung dengan sekitar 500 hingga 600 kader Posyandu dan kader PKK dari berbagai daerah.
"Kami mengumpulkan sekitar 500 sampai 600 kader Posyandu dan kader PKK. Mereka mengeluhkan merasa tidak mendapatkan perhatian, padahal tugas yang mereka lakukan ini berat. Sekarang Posyandu sudah mengampu enam Standar Pelayanan Minimal," ujar Netty.
Politisi Fraksi PKS itu menilai kader Posyandu memiliki peran strategis dalam memperkuat upaya promotif dan preventif yang menjadi fondasi layanan kesehatan primer. Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memastikan keberadaan mereka didukung secara optimal.
Selain menyoroti peran kader Posyandu, Netty juga mengingatkan bahwa puskesmas saat ini menghadapi beban administrasi yang sangat tinggi sehingga berpotensi mengurangi fokus tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.
"Kira-kira Bapak berharap kepada siapa untuk menegakkan upaya kesehatan primer ini selain kepada puskesmas? Sementara puskesmas hari ini juga dibebani dengan kerja-kerja administratif yang luar biasa," katanya.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII itu juga mendesak Kementerian Kesehatan mempercepat integrasi berbagai aplikasi layanan kesehatan agar tenaga kesehatan tidak lagi disibukkan dengan banyaknya sistem administrasi yang harus dioperasikan.
Menurutnya, penyederhanaan sistem digital akan memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk lebih fokus memberikan pelayanan medis dan edukasi kepada masyarakat.
Netty menegaskan, penguatan kader Posyandu harus menjadi bagian penting dari agenda transformasi kesehatan nasional. Ia meyakini keberhasilan layanan kesehatan primer hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat.
"Transformasi kesehatan tidak cukup hanya membangun fasilitas dan sistem. Yang tidak kalah penting adalah memperkuat orang-orang yang berada di garis depan pelayanan kesehatan, yaitu para kader Posyandu," tegasnya.



