telusur.co.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dikirim sebagai bentuk respons pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar para korban segera terpenuhi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bantuan akan diberangkatkan dari Gudang Sentra Effata Kupang pada Senin (20/7) menuju Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7) malam.
Konflik sosial yang terjadi antara warga Desa Narasoina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, pada Sabtu (18/7), mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka. Selain menelan korban jiwa, bentrokan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada 20 unit rumah, satu unit tempat usaha, serta satu sepeda motor.
Merespons kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri langsung turun ke lokasi untuk menghentikan konflik melalui pendekatan persuasif sekaligus mengimbau masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.
Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan logistik yang terdiri atas 200 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji, 50 lembar kasur, 50 lembar selimut, 50 paket kidsware, 50 paket family kit, 50 paket sandang dewasa, serta satu unit tenda serbaguna.
Gus Ipul menegaskan Kemensos mendukung penuh langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Selain mendistribusikan bantuan, Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur juga telah melakukan asesmen dan pendataan dampak konflik, mengevakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam penanganan di lapangan.
Pemerintah daerah saat ini juga tengah memproses Surat Keterangan Tanggap Darurat (SKTD), sementara proses verifikasi dan validasi data korban meninggal maupun korban luka dilakukan sebagai dasar pengajuan santunan kepada Kementerian Sosial.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pemantauan di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri juga terus mengintensifkan upaya mediasi guna mencegah konflik meluas.
Gus Ipul mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian secara damai dan mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga persaudaraan, dan mempercayakan penyelesaian persoalan kepada pemerintah dan aparat yang berwenang. Semoga situasi segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," tutupnya.



