telusur.co.id - Singapore University of Technology & Design memprediksi wabah virus corona di Indonesia selesai pada 6 Juni 2020, tapi data terbaru bergeser menjadi 23 September 2020.
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan memprediksi mundurnya waktu selesai virus corona di Indonesia karena kebijakan pemerintah tentang pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk seluruh angkutan moda yang akan dimulai Rabu 7 Mei.
Semakin membuktikan bahwa hasil penelitian Singapore University of Technology & Design bahwa penanganan pandemi Covid 19 di Indonesia tidak maksimal sehingga wabah corona 19 baru akan berakhir September 2020.
Penilaian itu diperparah dengan sikap pemerintah yang mengizinkan masuknya ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia.
"Dengan kondisi ini dapat dibayangkan keadaan akan menjadi lebih parah bila 500 TKA China jadi masuk ke Sulawesi Tenggara Indonesia," ungkap Syarif, Rabu.
Sementara hampir semua pejabat mulai dari Gubernur Sulawesi Tenggara DPRD Prop Sultra, walikota Kendari, anggota DPR RI, para politikus, pengamat bahkan Pimpinan MPR RI pun sudah meminta agar Pemerintah/ Presiden untuk segera membatalkan atau paling tidak menunda izin masuk ke Indonesia 500 TKA China tersebut dengan beberapa pertimbangan yaitu berpotensi menyebar Covid 19.
Memasukan TKA China, kata Syarif, menimbulkan rasa ketidakadilan dimasyarakat di tengah-tengah pengangguran dan kemiskinan yang semakin tinggi yang berpotensi dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
Diingatkan bahwa sesuai dengan UU Dasar 1945 bahwa Pemerintah/Presiden wajib memberikan perlindungan hidup, ekonomi, sosial dan keamanan bagi seluruh Rakyat Indonesia.
"Untuk kesekian kalinya kami mohon kepada Presiden untuk konsisten dan tegas dalam menangani penyebaran Covid 19 dan batalkan izin 500 TKA China masuk ke Indonesia," tandasnya. [ham]



