Pengamat Dukung Erick Thohir Bersihkan Mafia di BUMN - Telusur

Pengamat Dukung Erick Thohir Bersihkan Mafia di BUMN

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie. (Foto: telusur.co.id/Fahri).

telusur.co.id - Pengamat politik, Jerry Massie, mengapresiasi langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memecat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara karena penyelundupan motor Harley Davidson dan Brompton ilegal.

Selain itu, Erick Thohir juga akan merombak jajaran direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

“Saya nilai apa yang dibuat pak Erick sudah tepat dan sesuai koridor yang berlaku. Untuk membuat ekonomi kuat juga maka sektor BUMN harus di repair atau perbaiki,” kata Jerry di Jakarta, Sabtu (7/12/19).

Jerry mengatakan, mental korupsi di perusahaan plat merah ini harus diberangus, lantaran di 148 BUMN rentan korupsi.

“Saya usul agar pejabat yang duduk atau dewan komisaris dan direksi yang anti korupsi. Terobosan mas Erick sangat elegan, dan ini harus ditopang dan didukung. Tak salah pak Presiden menempatkan beliau diposisi ini,” ungkap Jerry.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) itu mengatakan, memang, untuk duduk di BUMN harus tegas, keras, bersih dan berani mengambil kebijakan.

“Para mafia, kartel dan bandit harus dibersihkan di tubuh BUMN, biar perusahaan negara ini tidak lagi merugi ,” ujarnya.

Sebelumnya, Menneg BUMN Erick Thohir telah memecat Dirut Garuda Aro Askhara dan akan merombak jajaran direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

“Saya rasa nggak masalah ganti total kalau memang itikad baik ganti total,” ujar Erick Jumat (6/12/19).

Menurut Erick, Indonesia banyak diisi orang-orang bertalenta. Sehingga tidak sulit jika harus mengganti jajaran direksi dan komisaris Garuda.

“Banyak lah figur-figur bagus. Jangan kayak Indonesia sulit talent,” tegas Erick.

Erick mengatakan, tidak hanya Garuda yang menjadi fokusnya. Namun jajaran BUMN-BUMN lain juga akan dirombak jika dirasa memiliki kinerja yang tidak bagus.

“Kalau memang kotor-kotor kita bongkar-bongkar lah. Ini kan amanah yang saya rasa Pak Presiden sudah buat statement terbuka. Bongkar mana BUMN yang selama ini nggak benar,” kata dia. [Tp]


Tinggalkan Komentar