telusur.co.id -Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur (Dekopinwil Jatim) masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (15/3). Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menegaskan pentingnya peran koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Sebanyak 56 pengurus dikukuhkan dalam kepengurusan baru, dengan Slamet Sutanto sebagai Ketua Dekopinwil Jatim periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa koperasi bukan sekadar entitas ekonomi, melainkan memiliki nilai historis dan ideologis yang kuat sebagai fondasi perekonomian nasional.
“Karena itu, koperasi harus dibangun sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah,” jelasnya.
Khofifah juga menyinggung sejarah lahirnya koperasi modern yang berawal dari gerakan di Rochdale pada 1844, sebagai respons terhadap dampak Revolusi Industri.
"Saya kebetulan sudah pernah ke Rochdale di Greater Manchester. Di situlah koperasi lahir pada tahun 1844. Ini sebetulnya sesuatu yang sangat ideologis dan jarang kita bahas. Koperasi lahir sebagai jawaban atas dampak Revolusi Industri," ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah berkembangnya sistem ekonomi global, koperasi tetap memiliki ruang untuk tumbuh, bahkan berdampingan dengan korporasi besar di berbagai negara Eropa.
"Di banyak negara Eropa, di mall-mall yang sangat mewah tetap ada corner of co-op. Mereka memberi ruang kepada koperasi agar usaha kecil dan koperasi tetap hidup dan berkembang," ungkapnya.
Khofifah turut mencontohkan keberhasilan koperasi di tingkat global, salah satunya Rabobank di Belanda yang berawal dari koperasi petani dan kini berkembang menjadi lembaga keuangan besar.
"Salah satu contoh signifikan yang bisa kita lihat itu adalah Rabobank, yaitu koperasi buruh dari Belanda. Ini menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi institusi ekonomi yang sangat besar dan kuat," tambahnya.
Di tingkat daerah, ia menyoroti model koperasi di Bojonegoro yang dinilai inovatif karena mampu mengembangkan usaha hingga memiliki korporasi sendiri.
"Biasanya korporasi besar yang punya koperasi. Tapi di Bojonegoro, ada koperasi yang punya korporasi. Ini model yang menurut saya bisa kita jadikan referensi untuk penguatan koperasi," katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa pemerintah pusat juga memberikan perhatian serius terhadap penguatan koperasi, salah satunya melalui pemisahan kementerian yang menangani koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kenapa Presiden memisahkan Menteri Koperasi dan Menteri UMKM? Supaya koperasi bisa bergerak lebih besar dan menjadi referensi sebagai soko guru ekonomi Indonesia," katanya.
Ia menegaskan bahwa gerakan koperasi harus dibangun tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berlandaskan nilai kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.
"Gerakan koperasi ini harus kita bangun dengan nafas ideologis. Tidak sekadar bisnis, tetapi menjadi gerakan yang benar-benar menguatkan ekonomi masyarakat dari bawah," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengungkapkan capaian pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jawa Timur. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 997 koperasi desa telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi.
Ia berharap koperasi-koperasi tersebut dapat semakin berkembang, terutama menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli mendatang.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Priskianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap penguatan koperasi di daerah.
"Secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ibu Khofifah yang telah mengayomi koperasi di Jawa Timur sehingga pada hari ini Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur dapat melaksanakan pelantikan pengurus dengan lancar," ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat gerakan koperasi agar semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Hari ini kita resmi melantik pengurus Dekopinwil Jawa Timur dan kita harus bekerja bersama-sama demi kelangsungan gerakan koperasi agar semakin maju dan mampu menjadi alat untuk mensejahterakan anggota serta masyarakat," pungkasnya.



