telusur.co.id -Persipura Jayapura memastikan tetap mengusung target yang sama pada kompetisi Championship 2026/2027. Meski gagal memenuhi target promosi ke Super League pada musim sebelumnya. Tim berjuluk Mutiara Hitam gagal dalam playoff perebutan tiket terakhir promosi ke kasta teratas setelah kandas di tangan Adhyaksa FC.
Kekalahan tersebut diperburuk dengan kericuhan hebat yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Papua usai pertandingan. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI langsung turun tangan dan memutuskan memberikan sanksi menggelar laga kandang putaran pertama musim 2026/2027 wajib tanpa penonton. Selain itu, pada putaran kedua nanti tribun utara dan selatan harus ditutup.
Persipura juga dikenakan denda finansial sebesar Rp200 juta setelah pengajuan banding atas keputusan awal denda Rp240 juta.
Berdasarkan sanksi berat Komdis tersebut, pihak manajemen Persipura memutuskan akan berkandang sementara di Jawa Timur selama putaran pertama kompetisi.
Presiden Direktur Cendrawasih Karsa selaku operator Persipura Jayapura, Owen Rahadian, mengatakan semangat baru menjadi modal tim untuk menyongsong musim baru dengan tujuan yang tetap sama.
"Fokus kita masih sama seperti musim lalu, walaupun musim lalu kita gagal tercapai target. Tapi dengan semangat baru tapi tetap satu tujuan," kata Owen kepada pewarta, Senin (3/8/2026) di Jakarta.
Selain membahas target tim, Owen juga mengonfirmasi bahwa Persipura tidak akan bermarkas di Jayapura pada putaran pertama Championship 2026/2027. Menurutnya, klub akan menggunakan salah satu stadion di Jawa Timur sebagai kandang sementara.
Namun, Owen belum bersedia mengungkap lokasi pasti karena masih menunggu konfirmasi akhir.
"Sementara di Jawa Timur. Tunggu 100 persen konfirmasi akan saya umumkan. Ada dua tempat di Jawa Timur. Jadi selama putaran pertama, Persipura akan bermarkas di Jawa Timur," ujarnya.
Owen menjelaskan keputusan tersebut juga mempertimbangkan kondisi finansial klub. Terlebih, laga tanpa kehadiran penonton dinilai akan memberikan dampak besar terhadap pemasukan tim.
"Satu kan pertama tanpa penonton ya dan untuk klub sangat buruk untuk finansial. Keseimbangan finansial klub itu yang utama," ucap Owen.
Dengan berpindah kandang, Persipura juga terancam pengurangan poin sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan oleh PSSI dan operator liga, I.League. Menurut Owen, hukuman tersebut sangat merugikan klub dan diyakini menjadi salah satu faktor yang menghambat pencapaian target pada musim lalu.
Kendati demikian, pengurangan satu poin tetap tidka menyurutkan manajemen untuk bisa mencapai target tinggi musim depan.
"Tentu saja karena sanksi dari PSSI yang sangat merugikan. Saya yakin pengurangan 1 poin yang diberikan PSSI kepada tim ini, Persipura bisa tetap mencapai tujuannya. Saya udah bicara dengan pemain dan pemain semangat untuk menjalani musim ini," tutur Owen.
Terakhir, Owen sekaligus memastikan Persipura akan kembali pulang menggunakan Stadion Lukas Enembe, Jayapura sebagai kandang pada putaran kedua Championship 2026/2027.
"Untuk putaran kedua, kita kembali lagi ke Jayapura," tutupnya.



