Perubahan Taktik Rudal Iran, Pejabat Israel Khawatir Gelombang Serangan Lebih Besar - Telusur

Perubahan Taktik Rudal Iran, Pejabat Israel Khawatir Gelombang Serangan Lebih Besar

Wilayah Israel Dihantam Rudal. Sumber foto: TNA

telusur.co.id - Sejumlah pejabat Israel dan media berbahasa Ibrani menyampaikan kekhawatiran atas perubahan signifikan dalam taktik serangan rudal Iran, menyusul peningkatan intensitas serangan yang menargetkan posisi-posisi strategis di wilayah Palestina yang diduduki.

Laporan terbaru yang dikutip media Israel dari sumber militer menyebutkan adanya pergeseran pola serangan oleh Teheran. Jika sebelumnya peluncuran dilakukan dalam jumlah lebih terbatas dan berinterval, kini Iran disebut meluncurkan salvo yang lebih besar dengan jeda waktu yang jauh lebih singkat.

Menurut sumber militer yang dikutip media tersebut, laju peluncuran rudal meningkat tajam sejak hari Minggu. Dalam beberapa gelombang terakhir, Iran dilaporkan menembakkan antara 20 hingga 30 rudal per serangan — peningkatan signifikan dibanding pola sebelumnya.

Meskipun frekuensi sirene peringatan serangan udara dilaporkan lebih jarang terdengar dalam beberapa hari terakhir, jumlah rudal dalam setiap gelombang justru meningkat secara substansial. Hal ini dinilai sebagai indikasi adanya penyesuaian strategis dalam pendekatan militer Iran.

Beberapa laporan bahkan mengutip penilaian internal yang memperkirakan kemungkinan eskalasi lebih lanjut, dengan potensi peluncuran hingga 80 hingga 90 rudal dalam satu gelombang. Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya memperingatkan, “Kita menghadapi hari-hari sulit di depan,” seraya mendesak masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi keamanan.

Selain itu, muncul pula kekhawatiran bahwa kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman dapat turut terlibat dalam serangan lanjutan terhadap target-target Israel, yang berpotensi memperluas spektrum konflik regional.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait perubahan taktik tersebut. Situasi keamanan di kawasan tetap dinamis, sementara komunitas internasional memantau perkembangan dengan cermat guna mencegah eskalasi yang lebih luas.

 

Sumber: TNA


Tinggalkan Komentar