telusur.co.id - Pemerintahan Joko Widodo diminta memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan keselamatan tenaga medis maupun profesi lainnya yang menjadi garda terdepan penananganan Covid-19.
Hal itu disampaikan oleh Presidium Nasional Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia (PN MPBI) menyikapi dinamika yang terjadi dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 di Cafe and Resto Pempekita di Jalan Duren Tiga Raya No. 7, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/20).
PN MPBI dalam pernyataan sikapnya meminta agar pemerintah pusat membangun rumah sakit darurat atau memanfaatkan bangunan milik pemerintah.
"Terbatasnya jumlah rumah sakit khususnya pada daerah-daerah kawasan tengah dan timur Indonesia harus dijadikan cambuk oleh pemerintah untuk membangun rumah sakit darurat atau memanfaatkan bangunan-bangunan milik pemerintah termasuk BUMN dan BUMD untuk dijadikan rumah sakit darurat," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PN MPBI, Darmayanto saat membacakan pernyataan sikap.
Selain itu, PN MPBI meminta agar penyelenggaraan penanggulangan Covid-19 dapat berlangsung secara terukur, efektif dan efisien.
"Maka pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan keselamatan tenaga medis maupun tenaga dari profesi lainnya yang diberi tugas untuk ikut serta dalam penanggulangan bahaya Covid-19 termasuk dari mereka berasal dari TNI dan Polri," jelasnya.
Hadir dalam pernyataan sikap ini Koordinator Presidium PN MPBI, Hatta Taliwang, Sekjen PN MPBI Darmayanto dan pengurus lainnya yakni M.S Kaban, Max Sopacua, Gunawan Adji, Zulkifli, Amir Hamzah, Nuraini Bunyamin dan sejumlah aktivis lainnya. [Tp]



