telusur.co.id - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat senior lainnya merupakan “kewajiban dan hak yang sah” Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan resminya, Pezeshkian menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntut pertanggungjawaban pihak yang dianggap bertanggung jawab.
“Republik Islam Iran menganggap mencari keadilan dan menuntut pembalasan dari para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajiban dan hak yang sah, dan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini,” kata Pezeshkian.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul kematian Khamenei dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, otoritas politik tertinggi kelompok Houthi di Yaman, Houthi movement, juga menyampaikan “belasungkawa tulus dan simpati terdalam” kepada rakyat Iran.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut kematian Khamenei sebagai akibat dari “kejahatan keji” yang dinilai melanggar hukum dan norma internasional.
“Kejahatan keji ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap semua hukum dan norma internasional dan mewujudkan kelanjutan serangan yang tidak adil terhadap bangsa Islam,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Rangkaian pernyataan dari Teheran dan kelompok-kelompok sekutunya menunjukkan meningkatnya eskalasi retorika politik dan militer di kawasan Timur Tengah.
aljazeera



